Kompas.com - 13/11/2021, 17:00 WIB
Ilustrasi pendarahan subkonjungtiva Ilustrasi pendarahan subkonjungtiva

KOMPAS.com - Bagi sebagian orang, munculnya bercak merah terang pada bagian putih dari bola mata (sklera) adalah hal yang mengkhawatirkan.

Kondisi ini merupakan gejala dari penyakit yang disebut perdarahan subkonjungtiva, yaitu pecahnya pembuluh darah kecil yang berada di bawah konjungtiva.

Konjungtiva adalah lapisan tipis dan bening yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan permukaan mata.

Baca juga: Nyeri Mata

Konjungtiva mengandung banyak pembuluh darah kecil yang berfungsi untuk membawa oksigen dan nutrisi ke mata.

Perdarahan subkonjungtiva menyebabkan bercak merah pada bagian putih dari bola mata (sklera) karena konjungtiva tidak dapat menyerap darah dalam waktu yang cepat.

Meskipun tampak menakutkan, perdarahan subkonjungtiva umumnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Inilah yang menyebabkan sering kali kondisi ini tidak disadari sampai penderita bercermin dan melihat bagian putih dari bola mata (sklera) berwarna merah.

Perdarahan subkonjungtiva dapat hilang tanpa penanganan khusus, dalam satu hingga dua minggu.

Gejala

Mengutip All About Vision, gejala utama dari perdarahan subkonjungtiva adalah bercak atau bintik merah terang pada bagian putih dari bola mata (sklera).

Pada sebagian kasus, bercak kemerahan dapat meluas hingga menutupi seluruh bagian putih dari bola mata (sklera).

Seiring waktu, bercak merah tersebut akan memudar menjadi kekuningan karena mata telah menyerap darah.

Gejala lain yang mungkin dirasakan adalah mata terasa gatal atau ketidaknyamanan ringan pada mata.

Perdarahan subkonjungtiva umumnya tidak menyebabkan gangguan penglihatan.

Baca juga: Konjungtivis (Mata Merah)

Penyebab

Merangkum Healthline dan Cleveland Clinic, penyebab perdarahan subkonjungtiva tidak selalu diketahui secara pasti.

Namun, terdapat beberapa tindakan yang menyebabkan pembuluh darah di mata pecah, yaitu:

  • Batuk atau bersin yang terlalu kuat
  • Mengejan
  • Muntah-muntah
  • Mengucek mata terlalu keras
  • Efek samping penggunaan lensa kontak
  • Cedera atau trauma di kepala atau mata
  • Operasi mata
  • Mengangkat benda berat
  • Kekurangan vitamin C.

Faktor risiko

Menurut Mayo Clinic, terdapat beberapa kondisi yang meningkatkan risiko mengalami perdarahan subkonjungtiva, yaitu:

  1. Mengidap diabetes
  2. Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi)
  3. Memiliki gangguan pembekuan darah
  4. Mengonsumsi obat pengencer darah, seperti warfarin atau aspirin.

Diagnosis

Dilansir dari WebMD, perdarahan subkonjungtiva dapat didiagnosis melalui pemeriksaan mata.

Baca juga: 5 Komplikasi Diabetes pada Mata yang Perlu Diwaspadai

Dokter akan melakukan anamnesis mengenai riwayat kesehatan dan cedera yang pernah dialami penderita.

Kemudian, dokter akan mengukur tekanan darah penderita dan menggunakan slit lamp untuk melihat sklera dan jaringan di sekitar mata dengan jelas.

Jika diperlukan, dokter akan melakukan tes darah untuk menyingkirkan kondisi lain yang menyebabkan perdarahan, seperti gangguan pembekuan darah.

Perawatan

Mengutip Healthline, perdarahan subkonjungtiva umumnya tidak memerlukan penanganan khusus.

Kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam tujuh hingga 14 hari. Secara bertahap bercak merah akan memudar menjadi kekuningan, hingga hilang sepenuhnya.

Dokter mungkin akan memberikan obat tetes air mata buatan untuk mengatasi ketidaknyamanan.

Jika perdarahan subkonjungtiva diduga dipicu oleh obat-obatan, seperti aspirin atau warfarin, dokter mungkin menyarankan untuk menghindari obat tersebut sampai kondisi membaik.

Sedangkan pada kasus di mana perdarahan disebabkan oleh tekanan darah tinggi atau gangguan pembekuan darah maka dokter akan meresepkan obat untuk mengatasi kondisi tersebut.

Komplikasi

Menurut Mayo Clinic, perdarahan subkonjungtiva umumnya tidak menimbulkan komplikasi.

Baca juga: 6 Cara Mudah Jaga Kesehatan Mata

Namun, perdarahan yang disebabkan oleh cedera mata maka dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada komplikasi akibat cedera tersebut.

Pencegahan

Dikutip dari All About Vision, terdapat beberapa cara untuk mencegah perdarahan subkonjungtiva, yaitu:

  1. Gunakan pelindung mata saat berolahraga atau melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan cedera pada mata
  2. Hindari mengucek mata terlalu keras
  3. Mengucek mata secara perlahan jika mata terasa gatal dan jika sering terjadi, temui dokter mata untuk mengetahui penyebab kondisi tersebut
  4. Gunakan lensa kontak (softlens) secara bertanggung jawab, pastikan tangan dalam keadaan bersih sebelum memasang softlens dan jangan terlalu sering menggunakan softlens
  5. Lakukan olahraga secara rutin dan istirahat cukup, serta mengonsumsi makanan yang sehat agar tubuh tetap sehat
  6. Lakukan konsultasi atau pemeriksaan rutin jika memiliki masalah kesehatan, seperti diabetes dan hipertensi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Coxsackie
Coxsackie
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

Health
Venustraphobia

Venustraphobia

Penyakit
10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

Health
Hernia Epigastrium

Hernia Epigastrium

Penyakit
Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Health
Insufisiensi Trikuspid

Insufisiensi Trikuspid

Penyakit
Apakah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes Bisa Disembuhkan?

Apakah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes Bisa Disembuhkan?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.