Kompas.com - 20/12/2021, 11:00 WIB

KOMPAS.com - Gendang telinga pecah terjadi ketika terdapat lubang kecil atau robekan di gendang telinga atau membran timpani.

Membran timpani adalah jaringan tipis yang membagi telinga tengah dan saluran telinga luar, sehingga pendengaran Anda akan terganggu jika gendang telinga mengalami kerusakan.

Kondisi ini harus segera ditangani karena pada beberapa kasus yang jarang terjadi, gendang telinga yang pecah dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen.

Baca juga: Gendang Telinga Pecah: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab

Melansir Medical News Today, terdapat berbagai faktor atau kondisi yang dapat menyebabkan gendang telinga pecah, yaitu:

  • Infeksi telinga, cairan menumpuk di belakang gendang telinga dan memberikan tekanan yang menyebabkan gendang telinga robek atau pecah
  • Perubahan tekanan di telinga akibat aktivitas tertentu seperti berkendara dengan kecepatan tinggi, menyelam, atau berada dalam penerbangan
  • Cedera atau trauma seperti mendapatkan pukulan di telinga atau kecelakaan
  • Objek di telinga, memasukkan benda seperti kapas, pensil, atau jepit rambut ke dalam telinga dapat merusak gendang telinga
  • Paparan suara yang keras atau bervolume tinggi
  • Barotrauma telinga yaitu perbedaan tekanan antara telinga bagian dalam dan luar

Gejala

Berdasarkan Healthline, gejala gendang telinga pecah meliputi:

  • Pusing
  • Nyeri di area telinga dengan intensitas yang stabil atau naik turun sepanjang hari
  • Telinga berdenging secara terus-menerus
  • Terdapat cairan encer, berdarah, atau nanah yang mengalir dari telinga
  • Terdapat pendarahan jika mengalami infeksi pada telinga
  • Mengalami gangguan atau penurunan pendengaran sementara.

Segera hubungi dokter untuk segera mendapatkan perawatan dan mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.

Baca juga: Menahan Bersin Bisa Rusak Gendang Telinga, Bagaimana Baiknya?

Diagnosis

Menurut Healthline, diagnosis gendang telinga pecah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Menguji sampel cairan telinga untuk mendeteksi adanya infeksi
  • Pemeriksaan saluran telinga
  • Uji audiologi untuk mengukur jangkauan pendengaran dan kapasitas gendang telinga
  • Timpanometri, menguji respon gendang telinga terhadap perubahan tekanan.

Dokter mungkin merujuk Anda ke spesialis THT jika diperlukan pemeriksaan atau perawatan yang lebih khusus untuk gendang telinga yang pecah.

Perawatan

Tujuan utama perawatan untuk gendang telinga pecah adalah untuk menghilangkan rasa sakit dan menghilangkan atau mencegah infeksi.

Menurut Healthine, berikut beberapa pilihan perawatan gendang telinga pecah, yaitu:

  • Menambal gendang telinga jika telinga tidak kunjung sembuh dengan sendirinya
  • Resep antibiotik oral atau obat tetes telinga untuk membersihkan infeksi yang mungkin menyebabkan gendang telinga pecah
  • Operasi, pembedahan mungkin diperlukan untuk menambal lubang di gendang telinga.

Selain itu, Anda dapat meredakan rasa sakit akibat gendang telinga yang pecah dengan pengobatan rumahan seperti:

  • Menggunakan kompres hangat dan kering di telinga beberapa kali sehari
  • Hindari penggunaan obat tetes telinga yang dijual bebas kecuali dokter Anda merekomendasikannya
  • Hindari tekanan yang tinggi pada telinga Anda.

Baca juga: Gendang Telinga Pecah: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Mengutip Medical News Today, penting untuk menjaga telinga tetap kering saat pulih dari gendang telinga yang pecah untuk menghindari infeksi telinga bagian tengah.

Pencegahan

Berdasarkan Healthline, berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya gendang telinga pecah, antara lain:

  • Jaga agar telinga Anda tetap kering untuk mencegah infeksi lebih lanjut
  • Mengenakan penutup telinga kedap air untuk membantu mencegah air masuk ke telinga saat mandi
  • Menghindari berenang dan aktivitas berbasis air lainnya sampai gendang telinga pulih total
  • Segera obati infeksi telinga
  • Hindari melakukan penerbangan ketika Anda menderita pilek atau infeksi sinus
  • Gunakan penyumbat telinga, kunyah permen karet, atau paksa menguap untuk menjaga tekanan telinga tetap stabil
  • Jangan menggunakan benda asing untuk membersihkan kotoran telinga
  • Kenakan penyumbat telinga saat mengalami banyak kebisingan, seperti di sekitar mesin yang keras, di konser dan lokasi konstruksi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.