Kompas.com - 21/12/2021, 20:00 WIB

KOMPAS.com - Infeksi Shigella atau shigellosis adalah infeksi usus yang disebabkan oleh keluarga bakteri yang dikenal sebagai shigella.

Tanda utama infeksi shigella adalah diare yang seringkali berdarah.

Shigella sangat menular. Orang terinfeksi shigella ketika mereka bersentuhan dan menelan sejumlah kecil bakteri dari tinja orang yang terinfeksi shigella.

Baca juga: 9 Penyebab BAB Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Misalnya, ini dapat terjadi di tempat penitipan anak ketika anggota staf tidak mencuci tangan dengan cukup baik setelah mengganti popok atau membantu balita saat masa toilet training.

Bakteri Shigella juga dapat ditularkan melalui makanan yang terinfeksi atau dengan minum atau berenang di air yang tidak aman.

Penyebab

Infeksi shigella terjadi ketika secara tidak sengaja menelan bakteri shigella. 

Kondisi bisa terjadi ketika:

  • Menyentuh mulut setelah kontak dengan bakteri
  • Makan makanan yang terkontaminasi
  • Menelan air yang terkontaminasi.

Beberapa faktor risiko di bawah ini membuat seseorang berpotensi terkena infeksi shigella, antara lain:

  • Anak di bawah 5 tahun
  • Tinggal di perumahan dengan aktivitas kelompok, wabah Shigella lebih sering terjadi di pusat penitipan anak, kolam rendam komunitas, panti jompo, penjara, dan barak militer
  • Tinggal atau bepergian di daerah yang kurang sanitasi
  • Seks anal.

Gejala

Gejala sering berkembang sekitar satu sampai tujuh hari (rata-rata 3 hari) setelah kontak dengan bakteri.

Baca juga: Diare

Gejalanya meliputi:

  • Nyeri atau kram perut akut (tiba-tiba)
  • Demam akut
  • Darah, lendir, atau nanah dalam tinja
  • Nyeri dubur kram
  • Mual dan muntah
  • Diare berair dan berdarah.

Diagnosis

Hubungi dokter atau cari perawatan segera jika mengalami diare berdarah atau diare yang cukup parah hingga menyebabkan penurunan berat badan serta dehidrasi.

Juga, hubungi dokter jika mengalami diare disertai demam.

Jika memiliki gejala shigellosis, penyedia layanan kesehatan akan memeriksa:

  • Tingkat dehidrasi dengan mengukur detak jantung yang cepat dan tekanan darah rendah
  • Nyeri perut
  • Peningkatan kadar sel darah putih dalam darah
  • Kultur tinja untuk memeriksa sel darah putih.

Perawatan

Tujuan pengobatan adalah untuk mengganti cairan dan elektrolit (garam dan mineral) yang hilang pada diare.

Obat-obatan yang menghentikan diare umumnya tidak diberikan karena dapat menyebabkan infeksi lebih lama hilang.

Baca juga: Ciri-ciri Diare Ringan, Berat, dan Perlu Diwaspadai

Pengidap infeksi shigella dapat meminum larutan elektrolit untuk menggantikan cairan yang hilang karena diare.

Beberapa jenis larutan elektrolit tersedia tanpa resep dokter.

Antibiotik dapat membantu memperpendek lamanya penyakit.

Obat-obatan ini juga membantu mencegah penyakit menyebar ke orang lain di tempat tinggal kelompok atau tempat penitipan anak.

Antibiotik dimungkinkan juga diresepkan untuk orang dengan gejala parah.

Jika mengalami diare dan tidak dapat minum cairan melalui mulut karena mual yang parah, pasien mungkin memerlukan perawatan medis dan cairan intravena (IV).

Orang yang menggunakan diuretik mungkin perlu berhenti minum obat ini jika mereka menderita enteritis shigella akut.

Jangan pernah berhenti minum obat apa pun tanpa terlebih dahulu berbicara dengan dokter.

 

Komplikasi

Komplikasi yang berisiko terjadi meliputi:

  • Dehidrasi parah
  • Sindrom hemolitik-uremik (HUS), suatu bentuk gagal ginjal dengan anemia dan masalah pembekuan darah
  • Artritis reaktif.

Pencegahan

Meskipun para peneliti terus bekerja untuk mengembangkan vaksin shigella, belum ada vaksin yang benar-benar tersedia.

Baca juga: 5 Cara Cepat Mengatasi Diare

Melansir Mayo Clinic, berikut tips untuk mencegah penyebaran shigella:

  • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama minimal 20 detik
  • Perhatikan anak kecil saat mereka mencuci tangan
  • Buang popok kotor dengan benar
  • Desinfeksi area penggantian popok setelah digunakan
  • Jangan menyiapkan makanan untuk orang lain jika sedang diare
  • Jauhkan anak-anak yang diare dari penitipan anak, kelompok bermain, atau sekolah
  • Hindari menelan air dari kolam, danau, atau kolam yang tidak diolah
  • Hindari aktivitas seksual dengan siapa saja yang menderita diare atau yang baru sembuh dari diare
  • Jangan pergi berenang sampai benar-benar pulih.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.