Kompas.com - 09/01/2022, 19:00 WIB
Ilustrasi organ apendiks adalah organ penyebab usus buntu. Salah satu organ vestisial atau organ manusia yang tidak diperlukan oleh tubuh. SHUTTERSTOCK/ScieProIlustrasi organ apendiks adalah organ penyebab usus buntu. Salah satu organ vestisial atau organ manusia yang tidak diperlukan oleh tubuh.

KOMPAS.com - Usus buntu adalah kondisi ketika usus besar meradang dan menyebabkan rasa sakit di perut kanan bagian bawah Anda.

Saat peradangan memburuk, nyeri usus buntu biasanya meningkat dan akhirnya menjadi parah.

Baca juga: 10 Fakta dan Mitos Penyakit Usus Buntu yang perlu Anda Ketahui

Penyebab 

Dilansir dari Healthline, penyebab pasti dari usus buntu belum dapat dipastikan.

Namun, dokter mempercayai jika kondisi ini berkembang ketika bagian dari usus tersumbat oleh berbagai hal seperti:

  • Penumpukan tinja yang mengeras
  • Folikel limfoid membesar
  • Cacing usus
  • Cedera traumatis
  • Tumor.

Faktor risiko 

Berikut faktor risiko mengalami usus buntu meliputi:

  • Usia, umumnya menyerang remaja dan orang berusia 20-an meskipun dapat terjadi pada segala kalangan usia
  • Berjenis kelamin laki-laki
  • Riwayat keluarga.

Gejala

Berdasarkan Mayo Clinic, gejala usus buntu termasuk:

  • Nyeri tiba-tiba yang dimulai di sisi kanan perut bagian bawah
  • Nyeri tiba-tiba yang dimulai di sekitar pusar dan sering berpindah ke perut kanan bawah
  • Nyeri yang memburuk jika Anda batuk, berjalan atau melakukan gerakan lainnya
  • Mual dan muntah
  • Kehilangan selera makan
  • Demam ringan yang dapat memburuk seiring perkembangan penyakit
  • Sembelit atau diare
  • Perut kembung.

Baca juga: 7 Gejala Usus Buntu, Tak Hanya Sakit Perut Sebelah Kanan

Diagnosis

Melansir Mayo Clinic, diagnosis usus buntu dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Diskusi mengenai gejala dan riwayat kesehatan
  • Pemeriksaan fisik untuk menilai rasa sakit akibat tekanan dari usus buntu yang meradang
  • Pemeriksaan dubur digital untuk mendeteksi kemungkinan masalah ginekologi yang dapat menyebabkan rasa sakit
  • Tes darah untuk memeriksa tingkat kadar sel darah putih yang mungkin mengindikasikan adanya infeksi
  • Tes urine, memastikan bahwa infeksi saluran kemih atau batu ginjal tidak menyebabkan rasa sakit
  • Tes pencitraan, membantu mengkonfirmasi radang usus buntu atau menemukan penyebab lain untuk rasa sakit.

Komplikasi 

Melansir Mayo Clinic, usus buntu dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:

  • Apendiks yang pecah dan menyebarkan infeksi ke seluruh perut
  • Kantong nanah yang terbentuk di perut.

Perawatan 

Berdasarkan Healthline, pilihan perawatan usus buntu menliputi:

  • Resep antibiotik
  • Operasi atau pembedahan untuk mengangkat usus buntu
  • Drainase untuk mengeringkan abses sebelum menjalani operasi
  • Resep obat penghilang rasa sakit
  • Pemberian cairan IV
  • Diet cairan.

Baca juga: Benarkah Makan Jambu Biji Bisa Jadi Penyebab Usus Buntu?

Dalam kasus yang jarang terjadi, usus buntu ringan bisa sembuh dengan antibiotik saja.

Naun, pada sebagian besar kasus diperlukan pembedahan untuk mengangkat usus buntu Anda.

Selain itu, Anda dapat melakukan hal berikut untuk membantu proses pemulihan, antara lain:

  • Istirahat yang cukup
  • Hindari aktivitas berat dan mengangkat benda berat sampai dokter Anda mengatakan itu aman untuk dilakukan
  • Menjaga bekas luka akibat pembedahan tetap bersih dan kering.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

Health
Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.