Kompas.com - 16/01/2022, 08:00 WIB

KOMPAS.com - Divertikulum Meckel adalah kondisi bawaan ketika terdapat tonjolan sisa dari tali pusar di bagian bawah usus kecil.

Divertikulum adalah kantong abnormal yang berkembang pada titik lemah di usus. Kondisi ini dapat berkembang antara minggu kelima dan ketujuh perkembangan janin.

Baca juga: 4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

Penyebab

Menurut Cleveland Clinic, divertikulum meckel terjadi pada janin di awal kehamilan.

Biasanya, saluran vitelline yang menghubungkan janin dengan kantong kuning telur diserap ke dalam janin pada minggu ketujuh kehamilan.

Divertikulum meckel dapat berkembang ketika saluran vitelline tidak sepenuhnya diserap.

Gejala

Divertikulum meckel memiliki gejala yang biasanya terjadi selama tahun pertama kehidupan seorang anak, tetapi dapat terjadi hingga dewasa.

Berdasarkan Healthline, gejala divertikulum meckel meliputi:

  • Sakit perut dan kram
  • Pembengkakan dinding usus
  • Penyumbatan usus yang menyebabkan rasa sakit, kembung, sembelit, atau diare
  • Pendarahan ke dalam usus yang mengakibatkan tinja berdarah
  • Peradangan usus
  • Rasa sakit atau ketidaknyamanan yang berkisar dari ringan hingga berat
  • Mual dan muntah
  • Anemia.

Diagnosis

Pada dasarnya, divertikulum meckel termasuk kondisi yang sulit untuk didiagnosa karena memiliki banyak gejala yang serupa dengan kondisi lainnya.

Baca juga: Kenali Apa Itu Hipospadia, Kelainan Penis Bawaan Lahir

Namun, melansir Cleveland Clinic, diagnosis divertikulum meckel dapat dilakukan dengan cara berikut:

  • Pemindaian teknesium, memeriksa kemampuan sel-sel yang berada di lambung
  • Kolonoskopi, mencari penyumbatan dan penyebab pendarahan
  • Endoskopi kapsul nirkabel, mendeteksi sumber perdarahan di usus kecil.

Perawatan

Perawatan dilakukan jika Anda mengalami divertikulum meckel yang disertai dengan gejala.

Berdasarkan Healthine, berikut beberapa pilihan perawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi divertikulum meckel, yaitu:

  • Operasi untuk mengangkat divertikulum dan memperbaiki usus yang rusak
  • Terapi zat besi atau transfusi darah untuk menggantikan darah yang hilang akibat kondisi ini.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.