Kompas.com - 22/02/2022, 21:00 WIB

KOMPAS.com - Penyakit radang usus adalah istilah untuk menggambarkan dua kondisi, yaitu kolitis ulserativa dan penyakit Crohn.

Kedua kondisi tersebut bersifat jangka panjang yang melibatkan usus meradang.

Kolitis ulserativa hanya memengaruhi usus besar. Sementara itu, penyakit Crohn dapat mempengaruhi setiap bagian dari sistem pencernaan, dari mulut hingga ke anus.

Baca juga: 6 Faktor Risiko Penyakit Radang Usus yang Tidak Boleh Disepelekan

Setiap orang dari segala usia dapat terkena penyakit radang usus, tapi biasanya didiagnosis dari antara usia 15 hingga 40 tahun.

Gejala

Gejala pada penyakit radang usus bisa datang dan pergi, serta dapat bersifat ringan ataupun parah.

Tanda dan gejala penyakit radang usus meliputi:

  • sakit perut
  • diare
  • gas dan kembung
  • kehilangan nafsu makan atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  • lendir atau darah dalam tinja
  • sakit perut.

Dalam kasus yang lebih jarang, penyakit radang usus juga dapat menyebabkan:

  • kelelahan
  • demam
  • mata gatal, merah, nyeri
  • nyeri sendi
  • mual dan muntah
  • ruam kulit dan luka (ulkus)
  • masalah penglihatan.

Penyebab

Tidak diketahui jelas apa yang menyebabkan penyakit radang usus. Namun, diperkirakan karena kombinasi faktor seperti di bawah ini.

Baca juga: 9 Gejala Radang Usus Buntu dan Cara Mengobatinya

  • Genetika: seseorang lebih mungkin terkena penyakit radang usus jika memiliki kerabat dekat dengan kondisi tersebut
  • Masalah dengan sistem kekebalan tubuh
  • Perokok: orang yang merokok dua kali lebih mungkin terkena penyakit Crohn.

Diagnosis

Penyakit Crohn dan kolitis ulserativa menyebabkan gejala yang serupa. Tidak ada tes tunggal yang dapat mendiagnosis kedua kondisi tersebut.

Dokter akan bertanya mengenai gejala dan memulai pemeriksaan dari hitung darah lengkap (CBC) serta tes tinja untuk mencari tanda peradangan usus.

Beberapa tes yang mungkin dilakukan:

  • kolonoskopi untuk memeriksa usus besar dan kecil
  • USG endoskopi untuk memeriksa saluran pencernaan untuk pembengkakan dan bisul
  • sigmoidoskopi fleksibel untuk memeriksa bagian dalam rektum dan anus
  • pemindaian pencitraan, seperti CT scan atau MRI untuk memeriksa tanda-tanda peradangan atau abses
  • endoskopi bagian atas untuk memeriksa saluran pencernaan mulai dari mulut hingga usus halus
  • endoskopi kapsul menggunakan perangkat kamera kecil yang ditelan, kamera akan menangkap gambar saat bergerak melalui saluran pencernaan.

Komplikasi

Kemungkinan komplikasi penyakit radang usus meliputi:

Baca juga: 4 Penyebab Peradangan Usus yang Perlu Diperhatikan

  • malnutrisi yang mengakibatkan penurunan berat badan
  • kanker kolorektal fistula atau terowongan yang menembus dinding usus dan menciptakan lubang di antara berbagai bagian saluran pencernaan pecahnya usus, dikenal sebagai perforasi.

Dalam kasus yang jarang terjadi, serangan peradangan usus parah dapat membuat seseorang mengalami syok hingga mengancam jiwa.

Syok biasanya disebabkan oleh kehilangan darah selama episode diare berdarah yang berlangsung lama dan tiba-tiba.

Perawatan

Saat ini, tidak ada obat untuk kolitis ulserativa atau penyakit Crohn.

Seseorang dengan kolitis ulserativa ringan mungkin memerlukan perawatan minimal atau tidak sama sekali dan tetap sehat untuk waktu yang lama.

Perawatan bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegahnya kembali, termasuk diet khusus, perubahan gaya hidup, obat-obatan, dan pembedahan.

Beberapa obat yang dapat digunakan mengobati kolitis ulserativa atau penyakit Crohn, meliputi:

  • aminosalisilat atau mesalazine: mengurangi peradangan di usus
  • imunosupresan: steroid atau azathioprine untuk mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh
  • obat-obatan biologis dan biosimilar: perawatan berbasis antibodi yang diberikan melalui suntikan yang menargetkan bagian tertentu dari sistem kekebalan tubuh
  • antibiotik.

Baca juga: 4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

Diperkirakan 1 dari 5 orang dengan kolitis ulserativa memiliki gejala parah yang tidak membaik dengan pengobatan.

Dalam kasus ini, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengangkat bagian usus besar yang meradang.

Sekitar 60 hingga 75 persen orang dengan penyakit Crohn akan memerlukan pembedahan untuk memperbaiki kerusakan pada sistem pencernaan mereka dan mengobati komplikasi penyakit Crohn.

Di sisi lain, orang dengan kolitis ulserativa atau penyakit Crohn juga berisiko lebih tinggi terkena kanker usus.

Dokter akan merekomendasikan pemeriksaan usus secara teratur (endoskopi) untuk memeriksa kanker.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.