Kompas.com - 28/03/2022, 21:00 WIB

KOMPAS.com - Kanker serviks adalah jenis kanker yang terjadi pada sel-sel leher rahim (bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina).

Berbagai jenis human papillomavirus (HPV) yang tergolong dalam infeksi menular seksual menjadi salah satu faktor penyebab dari sebagian besar kanker serviks.

Kanker serviks terjadi saat sel-sel berubah di leher rahim wanita, tempat penghubung rahim dan vagina.

Baca juga: 5 Gejala Awal Kanker Serviks Stadium Lanjut

Kanker ini dapat memengaruhi jaringan yang lebih dalam dari leher rahim dan menyebar ke bagian lain dari tubuh (bermetastasis), seringkali paru-paru, hati, kandung kemih, vagina, dan rektum.

Jenis

Terdapat lebih dari satu jenis kanker serviks.

  • karsinoma sel skuamosa: terbentuk di lapisan serviks, ditemukan di hingga 90 persen kasus kanker serviks
  • adenokarsinoma: jenis ini terbentuk di sel-sel yang menghasilkan lendir
  • karsinoma campuran: memiliki fitur dari dua jenis lainnya.

Gejala

Gejala kanker serviks, antara lain:

  • pendarahan vagina yang tidak biasa: termasuk pendarahan selama atau setelah berhubungan seks, antara periode atau setelah menopause, atau mengalami menstruasi yang lebih berat dari biasanya
  • perubahan pada keputihan
  • rasa sakit saat berhubungan seks
  • rasa sakit di punggung bagian bawah, di antara tulang pinggul (panggul), atau di perut bagian bawah.

Apabila memiliki kondisi lain seperti fibroid atau endometriosis, gejala ini mungkin didapatkan secara teratur.

Baca juga: 10 Penyebab Kanker Serviks yang Harus Diwaspadai

Penyebab

Kanker serviks berawal saat sel-sel sehat di serviks mengalami perubahan (mutasi) dalam DNA mereka sehingga membelah dengan cepat secara abnormal.

Tidak jelas apa yang menyebabkan kanker serviks (menyebabkan adanya mutasi), tetapi dapat dipastikan bahwa disebabkan oleh HPV.

HPV sangat umum dan kebanyakan orang dengan virus ini tidak mengembangkan kanker.

Hal ini berarti terdapat faktor lain, seperti lingkungan atau pilihan gaya hidup yang dapat memengaruhi penyebab seseorang terkena kanker serviks.

Beberapa faktor risiko tersebut meliputi:

  • banyak pasangan seksual: semakin banyak pasangan seksual, semakin besar peluang untuk tertular HPV
  • aktivitas seksual dini: meningkatkan tertular HPV
  • infeksi menular seksual (IMS) lainnya: seperti klamidia, gonore, sifilis, dan HIV/AIDS, serta meningkatkan risiko HPV
  • sistem kekebalan tubuh yang melemah: seseorang dengan imun tubuh lemah lebih rentan terkena kanker serviks
  • merokok: dikaitkan dengan kanker serviks sel skuamosa.

Diagnosis

Beberapa tes yang digunakan untuk mendiagnosis kanker serviks adalah sebagai berikut.

Baca juga: 9 Cara Mencegah Kanker Serviks Saran Dokter Obgyn

  • loop electrosurgical excision procedure (LEEP): prosedur yang menggunakan loop kawat listrik untuk mendapatkan sepotong jaringan sehingga dapat diperiksa di bawah mikroskop
  • kolposkopi: penggunaan alat bernama kolposkop bersamaan dengan lensa pembesar untuk memeriksa kelainan pada serviks. Jika jaringan abnormal ditemukan, biasanya dilakukan biopsi
  • kuretase endoserviks: penggunaan instrumen sempit bernama kuret untuk mengikis lapisan saluran endoserviks. Biopsi ini biasanya diselesaikan bersama dengan biopsi kolposkopi
  • biopsi kerucut (konisasi): penggunaan eksisi bedah listrik loop atau prosedur biopsi kerucut pisau dingin untuk mengangkat potongan jaringan berbentuk kerucut yang lebih besar dari serviks
  • tes DNA/HPV: tes untuk mendeteksi adanya infeksi HPV serviks.

Perawatan

Kanker serviks seringkali dapat diobati. Perawatan yang direkomendasikan akan bergantung pada:

  • ukuran dan jenis kanker serviks yang dimiliki
  • lokasi kanker
  • kondisi jika kanker sudah menyebar
  • kesehatan secara umum.

Perawatan biasanya akan mencakup pembedahan, kemoterapi, atau radioterapi.

Ini juga mungkin termasuk pengobatan dengan obat-obat yang ditargetkan untuk mengobati kanker.

Baca juga: 4 Cara Deteksi Dini Kanker Serviks

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.