Kompas.com - 04/04/2022, 11:37 WIB

KOMPAS.com - Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit radang paru-paru kronis yang menyebabkan aliran udara terhambat dari paru-paru.

Gejalanya meliputi kesulitan bernapas, batuk, produksi lendir (sputum) dan mengi.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh paparan jangka panjang terhadap gas atau partikel yang mengiritasi, paling sering dari asap rokok.

Baca juga: Berhenti Merokok, Cara Penderita Kanker Paru-paru Kurangi Risiko

Orang yang mengidap PPOK berada pada peningkatan risiko terkena penyakit jantung, kanker paru-paru dan berbagai kondisi lainnya.

Penyebab

Merokok adalah penyebab utama PPOK. Semakin sering seseorang merokok, semakin besar kemungkinan orang tersebut terkena PPOK.

Tetapi beberapa orang merokok selama bertahun-tahun dan tidak pernah terkena PPOK.

Dalam kasus yang jarang terjadi, bukan perokok yang kekurangan protein antitripsin alfa-1 juga dapat mengembangkan emfisema, penyakit yang berkaitan dengan PPOK.

Faktor risiko lain PPOK adalah:

  • Paparan gas atau asap tertentu di tempat kerja
  • Paparan asap rokok dan polusi dalam jumlah besar
  • Sering menggunakan api untuk memasak tanpa ventilasi yang baik.

Gejala

Gejala PPOK bisa termasuk salah satu dari berikut ini:

  • Batuk, dengan atau tanpa dahak
  • Kelelahan
  • Banyak infeksi pernapasan
  • Sesak napas yang memburuk ketika melakukan aktivitas ringan
  • Kesulitan mengatur napas
  • Mengi.

Karena gejalanya berkembang perlahan, banyak orang mungkin tidak tahu bahwa mereka menderita PPOK.

Baca juga: 10 Penyebab Radang Paru-paru, Bisa dari Asap Rokok sampai Penyakit

Diagnosis

Tes terbaik untuk PPOK adalah tes fungsi paru-paru yang disebut spirometri.

Menggunakan stetoskop untuk mendengarkan paru-paru juga dapat membantu, menunjukkan waktu ekspirasi yang berkepanjangan atau mengi.

Namun terkadang, paru-paru terdengar normal, bahkan ketika seseorang menderita PPOK.

Tes pencitraan paru-paru, seperti rontgen dan CT scan juga dapat dilakukan.

Dengan x-ray, paru-paru mungkin terlihat normal, bahkan ketika seseorang menderita PPOK.

CT scan biasanya akan menunjukkan tanda-tanda PPOK.

Kadang-kadang, tes darah gas darah arteri dapat dilakukan untuk mengukur jumlah oksigen dan karbon dioksida dalam darah.

Jika dokter menduga pasien memiliki defisiensi antitripsin alfa-1, tes darah kemungkinan akan diperintahkan untuk mendeteksi kondisi ini.

Perawatan

Tidak ada obat pasti untuk mengobati PPOK.

Tetapi ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala dan mencegah penyakit bertambah parah.

Jika merokok, segeralah berhenti untuk memperlambat kerusakan paru-paru.

Baca juga: 3 Cara Mengobati Radang Paru-paru dengan Obat dan Tindakan Medis

Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati PPOK meliputi:

  • Obat pereda cepat untuk membantu membuka saluran udara
  • Kontrol obat untuk mengurangi peradangan paru-paru
  • Obat anti-inflamasi untuk mengurangi pembengkakan di saluran udara
  • Antibiotik jangka panjang tertentu.

Dalam kasus yang parah atau selama flare-up, pasien mungkin memerlukan:

  • Steroid melalui mulut atau melalui vena (intravena)
  • Bronkodilator melalui nebulizer
  • Terapi oksigen
  • Bantuan dari mesin untuk membantu pernapasan dengan menggunakan masker atau melalui penggunaan tabung endotrakeal.

Dokter mungkin meresepkan antibiotik selama gejala kambuh, karena infeksi dapat memperburuk PPOK.

Pergi ke ruang gawat darurat apabila mengalami peningkatan sesak napas yang cepat.

Komplikasi

Jika mengidap PPOK, penyintas berisiko memiliki masalah kesehatan lain seperti:

  • Detak jantung tidak teratur (aritmia)
  • Kebutuhan mesin pernapasan dan terapi oksigen
  • Gagal jantung sisi kanan atau cor pulmonale (pembengkakan jantung dan gagal jantung karena penyakit paru-paru kronis)
  • Radang paru-paru
  • Paru-paru kolaps (pneumotoraks)
  • Penurunan berat badan yang parah dan malnutrisi
  • Penipisan tulang (osteoporosis)
  • Kelemahan
  • Meningkatnya kecemasan.

Baca juga: 9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Pencegahan

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah PPOK

  • Berhenti merokok 
  • Dapatkan vaksinasi flu tahunan dan vaksinasi rutin terhadap pneumonia pneumokokus 
  • Bicaralah dengan dokter jika menduga mengalami depresi atau masalah mental lainnya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.