Kompas.com - 06/05/2022, 10:00 WIB
Ilustrasi milia Shutterstock/vchalIlustrasi milia

KOMPAS.com - Milia adalah kista kecil berwarna putih atau keputihan di kulit. 

Kondisi ini sering terjadi pada bayi dan paling sering muncul di wajah, meskipun bisa juga terjadi pada kelompok usia lain dan di bagian tubuh lainnya.

Milia tidak memerlukan perawatan. Pada bayi, milia biasanya hilang dalam beberapa minggu.

Baca juga: Kerap Ganggu Penampilan dan Mirip Jerawat, Apa Itu Milia?

Penyebab

Milia terjadi ketika kulit mati terperangkap di kantong kecil di permukaan kulit atau mulut.

Kondisi ini umum terjadi pada bayi baru lahir. Meski begitu, orang dewasa dapat mengembangkan milia di wajah.

Benjolan dan kista juga terjadi pada bagian tubuh yang bengkak (meradang) atau terluka.

Seprai atau pakaian yang kasar dapat mengiritasi kulit dan membuat kemerahan ringan di sekitar benjolan.

Milia yang teriritasi terkadang disebut "jerawat bayi".

Hal ini keliru karena milia tidak benar-benar berasal dari jerawat.

Gejala

Gejala dari milia meliputi:

  • Benjolan keputihan seperti mutiara di kulit bayi yang baru lahir
  • Benjolan yang muncul di pipi, hidung, dan dagu
  • Benjolan keputihan seperti mutiara pada gusi atau langit-langit mulut (mungkin terlihat seperti gigi yang keluar dari gusi).

Diagnosis

Dokter seringkali dapat mendiagnosis milia hanya dengan melihat gejalanya di kulit atau mulut.

Tidak diperlukan pengujian untuk diagnosis kondisi ini.

Baca juga: Kenali Penyebab Milia dan Jenisnya

Perawatan

Milia biasanya tidak diobati, karena tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya.

Pada remaja atau orang dewasa yang merasa terganggu, dokter biasanya menganjurkan terapi medis seperti aplikasi reguler gel adapalen yang dijual bebas atau krim tretinoin yang merupakan resep dokter.

Ada juga pilihan pembedahan yang dapat melibatkan penggunaan jarum untuk menusuk milia dan memeras isinya.

Cryotherapy atau pembekuan kulit juga bisa dilakukan untuk menghilangkan milia.

Jangan mencoba memeras atau mengikis milia sendiri, seperti yang sering dilakukan pada jerawat.

Memeras milia dapat melukai kulit atau menyebabkan infeksi.

Tetapi ada beberapa tips yang dapat dilakukan di rumah untuk membantu menghilangkan milia:

  • Cuci wajah bayi setiap hari dengan air hangat dan sabun lembut
  • Jangan gunakan lotion atau minyak untuk bayi
  • Orang dewasa bisa mencoba perawatan yang dijual bebas untuk mengelupas kulit, yang berarti menghilangkan kulit mati
  • Gunakan tabir surya.

Hubungi dokter jika milia tidak kunjung hilang atau merasa terganggu dengan keberadaannya.

Baca juga: Milia pada Bayi: Penyebab dan Cara Menghilangkan

Komplikasi

Milia tidak berbahaya. Namun, bentuknya yang nampak di wajah dapat membuat seseorang tidak percaya diri.

Milia juga bisa menimbulkan infeksi apabila tertekan atau diperas.

Pencegahan

Sebagian besar kasus milia tidak dapat dicegah. 

Meski begitu, pada orang dewasa, risiko terkena milia dapat dikurangi dengan melakukan perawatan kulit seperti menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan, menghindari penggunaan krim/salep wajah yang kental, dan eksfoliasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Ruam Kulit
Ruam Kulit
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Health
7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Health
Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Health
Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Health
4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Health
Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.