Rokok Itu Enak?

Kompas.com - 04/02/2008, 22:04 WIB
Editor

BRISBANE, SENIN - Pesan iklan bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan gagal menyadarkan banyak pencandu rokok berusia muda di Australia. Alih-alih menimbulkan rasa takut, para pencandu rokok itu tidak mampu menghentikan kebiasaan tersebut kendati percaya bahwa merokok dapat membunuh mereka.
   
Kenyataan itu setidaknya tercermin dari hasil penelitian James Mahoney dan Amanda Burrell dari Universitas Canberra (UC), Australia, terhadap 234 orang mahasiswa tingkat satu, dua dan tiga perguruan tinggi tersebut.

Informasi yang dihimpun ANTARA dari UC, Senin, menyebutkan, hasil penelitian tentang kebiasaan merokok di kalangan mahasiswa dan pandangan mereka tentang isi pesan kampanye anti-merokok mendapati bahwa setiap mahasiswa yang disurvei tahu bahwa merokok akan "membahayakan kesehatan" mereka.

Setiap mahasiswa yang terlibat dalam studi ini menyadari risiko kesehatan yang terkait dengan kebiasaan merokok namun mereka tidak bisa menghentikannya karena selain memang menikmatinya, mereka pun merasa rileks dengan merokok atau mereka terikut teman-teman yang memiliki kebiasaan yang sama.

Menurut Mahoney, hampir setiap mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini mengaku mengingat isi pesan kampanye anti-merokok yang selama ini ada namun tidak cukup menyadarkan mereka.

Saat ditanya tentang metode komunikasi apa yang mereka anggap paling efektif, sebagian responden menyebut iklan televisi dan sebagian lagi menyebut peringatan dokter. Namun mereka tidak melihat guru sebagai sumber informasi yang kredibel. Selain itu mereka memandang taktik kampanye menakut-nakuti secara skeptis, katanya.

Berdasarkan hasil riset ini, pesan-pesan kampanye anti-merokok sebaiknya ditulis untuk merespons kebutuhan anak-anak muda dan alasan mereka merokok daripada mencoba menakut-nakuti mereka, kata Mahoney.

Strategi komunikasi yang berbeda juga perlu diterapkan sesuai dengan umur dan jenis kelamin perokok. Selain itu, juru bicara kampanye anti-merokok pun sebaiknya adalah orang-orang yang dipandang kaum muda sebagai orang-orang yang kredibel di mata mereka, katanya.

Source: Antara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.