Minim, Perempuan Gunakan Pap Smear

Kompas.com - 21/04/2008, 12:39 WIB
Editor

JAKARTA, SENIN - Metode deteksi dini kanker leher rahim menggunakan teknik pap smear baru mencakup lima persen dari jumlah perempuan di Indonesia.

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari pada pencanangan program nasional deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, Senin (221/4), mengatakan minimnya jangkauan pap smear  terutama disebabkan oleh sedikitnya keahlian yang tersedia untuk metode pemeriksaan tersebut.

Untuk itu, bekerja sama dengan beberapa pakar dan organisasi kesehatan, Depkes membuat terobosan inovatif cara mendeteksi dini kanker rahim melalui metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA).

Menurut Menkes, deteksi dini dengan IVA itu hanya memerlukan biaya Rp5.000 per pasien. "Deteksi dini kanker dengan cara ini diharapkan dapat menjangkau daerah-daerah terpencil dan sangat terpencil sehingga semakin banyak perempuan Indonesia yang bisa diselamatkan," tuturnya.
   
Cara sederhana
Mendeteksi dini kanker leher rahim menggunakan metode IVA cukup dengan cara mengoleskan asam asetat atau asam cuka pada leher rahim dan dalam waktu 10 menit dapat diketahui hasilnya melalui bercak putih yang dihasilkan oleh lesi prakanker.     

Dengan metode IVA itu, pemeriksaan dini kanker rahim dapat dilakukan di puskesmas biasa dan dapat dilakukan oleh bidan-bidan yang telah diberi penyuluhan.

"Cara ini sangat murah dan gampang karena bisa dilakukan oleh bidan tempat terpencil. Metode IVA ini semoga bisa menjadi program nasional dan menurunkan angka penderita kanker," kata Menkes.    

Berdasarkan data 2001, penyakit kanker merupakan penyebab kematian kelima di Indonesia dan terus mengalami peningkatan. Pada 2007, penderita kanker tertinggi di Indonesia adalah kanker payudara yang diikuti oleh kanker leher rahim.

Berdasarkan data Globocan, International Agency for Research on Cancer (IARC) 2002, kanker payudara menempati urutan pertama dari seluruh kanker pada perempuan dengan penemuan kasus baru 22,7 persen dan jumlah kematian 14 persen per tahun dari seluruh penyakit kanker yang diderita perempuan di dunia.

Kanker rahim menempati urutan kedua dengan temuan kasus baru 9,7 persen dan jumlah kematian 9,3 persen dari seluruh kanker pada perempuan di dunia. Meski belum diketahui pasti insiden kanker di Indonesia, namun berdasarkan data Globocan tersebut, pada 2002 didapatkan perkiraan  penderita kanker payudara sebesar 26 per 100.000 perempuan dan kanker leher rahim sebesar 16 persen per 100.000 perempuan.

Menurut Menkes, salah satu alasan penyebab kematian akibat kanker di Indonesia adalah karena para penderita tidak melakukan deteksi sejak dini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.