Brazilian Wax, Seks Lebih Nikmat?

Kompas.com - 10/07/2008, 16:13 WIB
Editor

Di kalangan wanita, beberapa tahun belakangan mulai berkembang tren untuk melakukan pemotongan rambut atau mencukur bulu-bulu halus di daerah V yang diklaim dapat meningkatkan sensitivitas yang pada akhirnya menambah kenikmatan berhubungan seks.

Langkah membabat rambut-rambut di daerah organ intim, baik setengah gundul atau sampai kelimis,  juga akrab dikenal dengan istilah Brazilian Wax. Di negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, banyak wanita memilih brazilian wax sebagai bagian dari gaya hidup.  Mereka yang menyukai aktivitas seks oral, memangkas rapi daerah V ini juga diklaim dapat meningkatkan kepuasan pasangannya.

Meskipun ada beberapa ahli yang sepakat dengan anggapan brazilian wax dapat meningkatkan kepuasan dalam berhubungan seks, hal berbeda diungkapkan salah seorang pakar Obstetrik Ginekologi  dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr  Suryono Slamet Iman Santoso, SpOG.  

Pakar yang juga menjabat sebagai Ketua Perkumpulan Obstetrik Ginekologi Indonesia (POGI) ini menyatakan banyak wanita yang sesungguhnya keliru dengan anggapan brazilian wax dapat meningkatkan kepuasan seks.

Menurutnya, kasus brazilian wax adalah salah satu bukti bahwa sebagian besar masyarakat  masih terjebak pada anggapan kepuasan  atau kenikmatan seksual hanya ditentukan sebagian faktor saja, misalnya yang menyangkut organ vagina atau penis saja.  Padahal, kenikmatan dan kepuasan seksual ditentukan banyak faktor di antaranya adalah otak sebagai pusat pikiran. 

"Jadi makanya, masih banyak yang keliru.  Mereka pikir kepuasan itu tergantung dari organ yang 'di bawah' saja.  Padahal kepuasan itu tentu satu paket termasuk peran otak atau pikiran kita.  Walaupun yang di bawah sana keriting atau kelimis, tetapi kalau dalam pikirannya tidak menggebu-gebu saat ngeseks, hasilnya tentu tidak akan memuaskan," ungkap dr. Suryono dalam talkshow "Seksualitas di Indonesia : Tabu atau Perlu?" dan acara peluncuran Buku Kesproholic di Jakarta, Kamis (10/7).

Ia menjelaskan, rambut-rambut yang tubuh pada mon pubis vagina bukanlah rambut biasa, tetapi berfungsi penting untuk melindungi organ reproduksi wanita bagian luar seperti mons pubis, klitoris, labia mayora, labia minora dan perineum .

Oleh sebab itulah, sebaiknya wanita tak perlu sampai harus membabat habis rambut-rambut di wilayah V, karena dikhawatirkan justru dapat memicu timbulnya infeksi pada permukaan kulit sekitar vagina.

"Tuhan telah menciptakan rambut-rambut itu tentu bukannya tanpa maksud dan tujuan. Satu hal pasti, rambut-rambut itu berfungsi untuk melindungi organ reproduksi wanita bagian luar.  Kalau sampai mencukur habis, yang dikhawatirkan justru akan terjadi infeksi pada akar-akar rambutnya. Yang tidak dicukur saja bisa terkena infeksi, apalagi yang dicukur sampai kelimis," paparnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
Sindrom Antley-Bixler

Sindrom Antley-Bixler

Penyakit
8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Health
10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.