Gemuk karena Ketularan Teman?

Kompas.com - 27/07/2008, 15:56 WIB
Editor

TANPA disadari, Anda sebenarnya dapat terpengaruh oleh berat badan teman-teman di sekeliling Anda. Bila kebetulan rekan-rekan di kantor atau teman sepergaulan Anda gemuk, maka  kecenderungan untuk mengalami kelebihan lemak pun sangat besar.

Kesimpulan itu adalah hasil riset para ahli yang dibahas pada sebuah konferensi di Cambridge Massachusetts, AS belum lama ini. Tim ilmuwan internasional, termasuk dari University of Warwick, Dartmouth College, dan University of Leuven menyebut fenomena itu dengan istilah  "obesitas imitatif"  atau mencontoh kebiasaan teman dalam mengonsumsi kalori.

Menurut para ahli, yang melibatkan 27.000 partisipan dalam penelitian di Eropa, penyebab meningkatnya kasus obesitas sekarang ini semakin kompleks. Mereka mengindikasikan bahwa pilihan seseorang tentang penampilan, keputusan menerima tawaran kerja atau menentukan ukuran ketertarikan, didasarkan atau ditemukan oleh pilihan orang-orang di sekitarnya.

Oleh karena itu, jika teman, rekan atau orang-orang di sekitar Anda gemuk, akan mudah bagi Anda untuk memiliki badan tambun.  Dari riset ditemukan, hampir 50 persen para wanita di Eropa  merasa dirinya mengalami kelebihan berat badan. Sedangkan di kalangan pria, perasaan yang sama ditemukan kurang dari 30 persen.

"Konsumsi kalori saat ini telah meningkat, tetapi itu tidak memberitahu pada kita mengapa orang makannya lebih banyak.  Ada yang mengajukan alasan bahwa obesitas disebabkan oleh makanan murah. Tetapi jika kegemukan adalah suatu respon terhadap daya beli yang makin kuat, mengapa kita selalu menemukan secara rutin bahwa orang kaya lebih kurus ketimbang orang miskin ?" ungkap Professor Andrew Oswald, peneliti dari University of Warwick

"Banyak riset mengenai obesitas, yang menfokuskan pada gaya hidup kurang aktif , biologi manusia atau makanan cepat saji (fast-food), selalu kehilangan poin penting.  Meningkatnya obesitas seharusnya dipertimbangkan sebagai fenomena sosiologis dan bukan fisiologis. Orang akan terpengaruh penilaian dari rekan-rekannya. Selain itu norma-norma telah berubah dan ini masih akan berubah," tambahnya.

Namun Dr David Haslam, direktur klinis National Obesity Forum, menilai bahwa menempatkan obesitas sebagai bagian fenomena sosiologis masih kurang tepat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Agak sedikit kasar untuk menghubungkannya dengan pengaruh sosiologis. Ada hal yang lebih pantas menyebabkannya dari pada itu.  Jika Anda dikelilingi orang-orang, apakah itu teman atau keluarga yang kelebihan berat badan, maka Anda akan berada di lingkungan di mana jenis makanan yang salah kemungkinan sangat melimpah," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Health
Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Health
Balanitis

Balanitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.