Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keguguran, Bisa Dicegah Kok!

Kompas.com - 10/12/2008, 09:44 WIB
Editor

KEGUGURAN memang merupakan peristiwa yang traumatis. Tapi, jangan sampai kejadian ini membuat seorang wanita takut untuk hamil kembali. Sebab, wanita yang dicap memiliki kandungan lemah pun bisa melahirkan secara sehat dan Selamat, baik bayi maupun ibunya.

Tentu saja, kandungan jenis ini perlu langkah dan perawatan ekstra dibandingkan kehamilan pada wanita tanpa masalah kesehatan. Intinya, langkah dan perawatan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya keguguran.

"Pencegahan dilakukan saat terlihat gejala-gejala kandungan lemah atau sebelumnya sudah pernah mengalami keguguran," ujar Boyke Dian Nugraha, pemilik dan pendiri Klinik Pasutri di Tebet, Jakarta.

Sebelum timbul gejala-gejala yang merugikan, ia menyarankan agar suami-istri yang menginginkan kehamilan sehat melakukan konsultasi ke ahli kandungan atau bidan dahulu.

Biasanya, selama masa konsultasi, si calon ibu akan mendapatkan pemeriksaan di bagian rahim. "Ini penting untuk melihat virus-virus dan kondisi rahim," kata Boyke.

Lebih baik lagi bila pemeriksaan tersebut dilakukan tiga bulan hingga enam bulan sebelum masa kehamilan terjadi. Dengan demikian, bila di rahim terdapat kotoran atau tumor, dokter bisa menghilangkannya.

Untuk menghilangkan tumor, misalnya, bisa dengan cara disuntik untuk mematikan tumor itu. Dokter bisa melakukan ini bila diameter tumor kurang dari 5 cm. "Bila lebih dari itu, harus dioperasi," imbuh Boyke.

Dukungan keluarga
Sementara, setelah kehamilan terjadi, kandungan lemah akan tampak setelah usia kehamilan mencapai 7 hingga 11 minggu. Tandanya berupa flek atau keluar darah sedikit pada vagina. "Ini karena kekurangan hormon progesteron," tutur Muhammad Lutfi Alkaff, dokter kandungan di RS dr Sardjito, Yogyakarta.

Untuk kasus seperti itu, si ibu harus memperoleh tambahan hormon. Caranya, ia harus meminum obat khusus berupa tablet atau memasukkan tablet hormon itu ke rahim. Tablet ini harus diberikan secara rutin, sehari dua kali. "Penambahannya dilakukan sampai plasenta keluar atau usia kandungan mencapai 16 minggu," kata Lutfi. Selain itu, si ibu juga harus mengonsumsi antibiotik. Karena, flek itu bisa memicu infeksi.

Bila terjadi kelainan pada rahim, misalnya leher rahim membuka terlalu lebar, rahim itu harus mendapatkan perawatan khusus. Lazimnya, dokter akan menjahit leher rahim tersebut.

Dengan penjahitan tersebut, leher rahim akan lebih kuat menopang janin yang terus berkembang. Proses ini harus dilakukan sebelum usia kandungan mencapai 16 minggu. Namun jahitan ini tidak berlaku untuk selamanya. "Saat proses kelahiran sudah memasuki cukup bulan (9 bulan), jahitannya harus dilepas agar proses kelahiran bisa berlangsung," kata Lutfi menjelaskan.

Boyke menambahkan, selain pertolongan medis, ibu hamil yang memiliki kandungan lemah juga harus mendapatkan dukungan dari keluarga. Bantuan dari keluarga ini penting untuk menjaga mental dan psikis wanita tersebut. "Keluarga juga harus mengingatkan agar wanita tersebut tidak banyak aktivitas dan banyak istirahat," Boyke berpesan. (Adi Wikanto)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+