Obat dan Jamu Ilegal Masih Beredar Luas

Kompas.com - 18/12/2008, 11:12 WIB
Editor

PURWAKARTA, KAMIS — Tim gabungan yang terdiri atas Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, LSM, serta Kepolisian Resor Purwakarta merazia sejumlah kios dan toko obat di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (18/12). Usaha itu untuk mengantisipasi peredaran obat, jamu, dan kosmetik terlarang.

Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Purwakarta Ahmad Qorib mengatakan, beberapa kios obat yang telah didatangi masih menjual beberapa obat tanpa kemasan, tanpa merek, dan tidak disertai nomer registrasi dari Departemen Kesehatan RI serta Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Selain itu, tim juga menemukan jamu-jamu tradisional yang dilarang beredar. "Kami masih menginventarisasi jamu-jamu yang ada. Sejauh ini kami belum menyita. Kegiatan ini dalam rangka pembinaan. Kami berharap mereka tidak menjual lagi obat, jamu, atau kosmetik yang dilarang," ujarnya.

Razia antara lain digelar di pasar-pasar tradisional, kios, dan toko jamu tradisional di jalan-jalan utama serta di pasar swalayan. Kegiatan itu merupakan yang kesekian kalinya digelar tim gabungan di Purwakarta dalam beberapa bulan terakhir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.