Awas, Skinny Jeans Bikin Sakit Saraf

Kompas.com - 25/05/2009, 10:31 WIB
Editor

KOMPAS.com - Wanita memang mahluk yang konsumtif. Hal ini tidak perlu dielakkan lagi. Wanita selalu ingin tampil semenarik mungkin. Dari sepatu stilleto runcing berhak tinggi, oversized bag yang sangat berat, hingga baju yang sangat ketat supaya terlihat lebih ramping. Pakaian semacam itu tak mungkin setiap hari dikenakan, karena kurang nyaman. Salah satu jenis pakaian yang bisa berbahaya jika dikenakan setiap hari adalah skinny jeans.

Adalah Parmeet Ghoman (28) yang tinggal dekat San Fransisco, Amerika Serikat, yang menyatakan bahwa ia adalah salah satu wanita yang tak masalah harus tersiksa demi fashion. ”Saya adalah tipe orang yang membeli sepatu 2 ukuran lebih kecil dari ukuran kaki saya hanya karena modelnya lucu, karena mereka (toko) sedang obral,” terangnya. Akibat kebiasaannya yang senang mengenakan pakaian ketat, ia pun harus mengalami rasa sakit.

Suatu waktu di bulan Desember, ketika sedang mengenakan skinny jeans super ketatnya, Ghoman merasakan suatu perasaan aneh dari kaki hingga paha. Ketika bangkit dari tempat duduknya, dan berjalan, dan perasaan itu makin aneh. Ia merasa seperti melayang, karena tak bisa merasakan kakinya.

Dr. John England, neurologis dari American Academy of Neurology, New Orleans, mengatakan, “Pada beberapa orang, saraf sangat rentan terhadap tekanan.”Skinny jeans yang dikenakan Ghoman bisa jadi merupakan penyebabnya. Celana tersebut menciptakan suatu kondisi yang dinamakan meralgia paresthetica, yang juga disebut sebagai ’sindrom sensasi menggelitik di paha’ (tingling thigh syndrome). Hal ini bisa terjadi jika ada tekanan secara terus-menerus. Untuk kasus Ghoman, adalah celana superketatnya yang menghambat saraf femoralnya, yang menciptakan rasa kebas, atau rasa terbakar di daerah paha.

Umumnya, penderita kelainan pada saraf semacam ini adalah para pekerja konstruksi, atau polisi dengan sabuk yang diikatkan di paha, wanita hamil atau orang dengan kondisi obesitas, juga akibat sabuk pengaman di mobil yang mengalami kecelakaan. Namun, belakangan, kondisi semacam ini sering ditemukan pada wanita dengan berat badan normal. Penyebabnya, tak lain dan tak bukan, celana denim yang terlalu ketat.

Saraf femoral cutaneous menjalar dari bagian luar pelvis dan ke arah paha. Ini merupakan saraf murni, tak mengatur otot atau pun menyokong kekuatan. Apa pun yang terlalu ketat di daerah paha secara potensial bisa menekan saraf yang melalui daerah tersebut. Dr. William Madosky, pelaku kesehatan chiropractic dari Richmond Heights, Missouri, mengatakan, bahwa sepatu hak tinggi semakin menambah kemungkinan sensasi mati rasa karena sepatu hak tinggi menopang tubuh ke arah depan, sehingga menumpu ke depan, menekan pelvis ke depan, meningkatkan tekanan terhadap saraf tadi.

Madosky juga mengatakan, belum ada catatan bahwa rasa sakit di paha akibat tekanan tersebut bisa menjadi sakit permanen. Biasanya hanya sementara, asal penyebab tekanan tadi diganti, dan tidak lagi dikenakan.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sakit Kepala Sebelah Kiri: Penyebab dan Cara Menghilangkannya

Sakit Kepala Sebelah Kiri: Penyebab dan Cara Menghilangkannya

Health
Idealnya, Sperma Harus Keluar Berapa Kali dalam Seminggu?

Idealnya, Sperma Harus Keluar Berapa Kali dalam Seminggu?

Health
Tanpa 6 Organ Tubuh Ini, Manusia Masih BIsa Hidup Normal

Tanpa 6 Organ Tubuh Ini, Manusia Masih BIsa Hidup Normal

Health
6 Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan Menumpuk

6 Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan Menumpuk

Health
4 Tanda Kesalahan Cara Menyikat Gigi

4 Tanda Kesalahan Cara Menyikat Gigi

Health
7 Cara Cepat Menghilangkan Jerawat

7 Cara Cepat Menghilangkan Jerawat

Health
5 Cara Turunkan Risiko Kanker Paru

5 Cara Turunkan Risiko Kanker Paru

Health
Jumlah Kalori dalam Donat

Jumlah Kalori dalam Donat

Health
Pedoman Screen Time pada Anak Balita dari WHO

Pedoman Screen Time pada Anak Balita dari WHO

Health
Manfaat Kesehatan Makan Makanan Pedas

Manfaat Kesehatan Makan Makanan Pedas

Health
Tips Cegah Stres saat WFH di Masa Pandemi Covid-19

Tips Cegah Stres saat WFH di Masa Pandemi Covid-19

Health
Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Jerawatan

Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Jerawatan

Health
Sperma Encer: Penyebab dan Cara Mengatasi

Sperma Encer: Penyebab dan Cara Mengatasi

Health
Makanan yang Tidak Boleh Dimakan saat Diet

Makanan yang Tidak Boleh Dimakan saat Diet

Health
5 Alasan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan Belum Boleh Diberi MPASI

5 Alasan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan Belum Boleh Diberi MPASI

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X