Ramuan Makanan yang Bikin Kenyang Lebih Lama

Kompas.com - 04/06/2009, 11:20 WIB
Editor

KOMPAS.com — Inilah impian para wanita yang sedang melakukan program diet: makanan yang membuat mereka merasa kenyang lebih lama sehingga membantu mengatasi masalah obesitas. Impian ini tampaknya akan segera tercapai.

Para ilmuwan di Inggris telah mengembangkan adonan berbahan dasar minyak zaitun, yang jika ditambahkan ke milkshakes, akan mengurangi selera makan secara drastis. Adonan yang dikembangkan para peneliti di Institute of Food Research (IFR) di Norwich ini menggunakan minyak zaitun, air, dan stabilisator yang digunakan dalam industri roti. Stabilisator ini digunakan untuk memastikan agar beberapa adonan dapat mempertahankan kandungannya. Hasil tes menunjukkan, satu campuran makanan dengan adonan ini akan membuat responden yang menjalani tes merasa lebih kenyang selama 12 jam setelah makan.

Proyek tiga tahun ini mendapati bahwa emulsi dari minyak zaitun dan air -prinsip yang juga diterapkan pada salad dressing- dapat menjadi alternatif dalam memengaruhi reaksi mereka dalam lingkungan asam pada lambung. Para peneliti mengembangkan dua jenis emulsi, yang distabilisasikan dengan senyawa berbeda yang biasa digunakan dalam industri makanan, yaitu Tween 60 dan Span 80. Tween menjaga agar minyak dan air stabil di dalam perut, sedangkan Span memungkinkannya untuk memecah lapisan air dan lapisan minyak.

Adonan ini diberi rasa kopi, dan diberikan sebagai minuman ala milkshake kepada 11 relawan. Perut mereka di-scan setiap jam untuk melihat bagaimana bahan tersebut tetap tinggal. Setelah satu jam, volume di dalam perut menjadi dua kali lipat, dari yang mengonsumsi adonan yang dibuat dari Tween, dimana air dan minyak tidak dipisahkan. Hal ini dikarenakan ketika air memisah, air meninggalkan lambung lebih cepat. Namun air yang dicampur dengan minyak akan bertahan di sana lebih lama, membuat responden merasa lebih kenyang dan mengurangi keinginan makan.

Para ahli meyakini bahwa lebih dari setengah populasi dewasa di Inggris akan mengalami obesitas pada tahun 2050 jika mereka tidak mengubah pola makan atau lebih sering berolahraga. Kegagalan mengubah gaya hidup ini akan menyebabkan peningkatan jumlah penderita penyakit jantung, stroke, dan kanker. Namun Martin Wickham, dari IFR, mengatakan bahwa rata-rata suplemen diet yang berisi ramuan ini akan membutuhkan sekitar lima tahun untuk bisa masuk ke supermarket.

"Menjaga berat badan tidak bertambah itu penting, dan (ramuan) ini merupakan cara yang lebih dapat diterima daripada membatasi asupan makanan pada diet," jelasnya.

Tim IFR kini tengah merencanakan untuk menambahkan emulsi ini pada makanan olahan seperti burger, hot dog, dan kentang goreng, untuk melihat apakah ada pengaruh yang sama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
Aneurisma Aorta Abdominalis

Aneurisma Aorta Abdominalis

Penyakit
Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Health
Pleuritis

Pleuritis

Penyakit
Deodoran Bisa Memicu Kanker Payudara, Begini Alasannya

Deodoran Bisa Memicu Kanker Payudara, Begini Alasannya

Health
7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

Health
Pubertas Dini

Pubertas Dini

Penyakit
12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

Health
8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

Health
Mastiitis

Mastiitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.