Peran Ayah Turunkan Potensi Seks Dini Anak

Kompas.com - 08/06/2009, 14:55 WIB
Editor

KOMPAS.com — Arus informasi yang makin terbuka dan mudah diakses membuat anak-anak mudah terekspos pada hal-hal yang sebenarnya belum saatnya mereka ketahui. Seks misalnya.

Apalagi jika dorongan untuk berhubungan badan di usia dini itu mendapat "stimulasi" dari teman-teman sebayanya. Untuk mencegah hal ini terjadi pada anak perempuan, diperlukan sebuah usaha lebih dari ayah untuk mendekatkan diri dan membantu mereka lebih pandai menjaga diri.

Rebekah Levine Coley, peneliti dari Boston College, menyatakan, terdapat kemungkinan bahwa hubungan dekat antara ayah dan putrinya bisa membantu mencegah anak remaja melakukan aktivitas seksual berisiko, seperti berhubungan badan tanpa pengaman dengan rekan sebayanya.

Semakin penuh perhatian si ayah, semakin ia mengetahui lebih banyak teman-teman anaknya, makin besar pula dampaknya terhadap kehidupan seksual sang anak, demikian yang ditemui dalam riset terhadap 3.206 remaja usia 13-18 tahun di Amerika. Meski sang ibu juga memiliki kemampuan untuk melakukan hal yang sama, namun ketika sang ayah yang memberi nasihat akan berdampak 2 kali lipat.

Mengapa ayah memiliki pengaruh lebih kuat? Peran ayah juga beragam, sebagai pemberi nafkah yang tak pernah ada di rumah ke partner ibu dalam membesarkan anak. Pada anak-anak, mereka seringkali menilai ayah sebagai ‘hukum’ di rumah. Ayahlah yang memegang kendali di rumah. Umumnya, peran ibu sebagai pengemong lebih bersifat konstan, sementara ketika si ayah ada di rumah, peran dan ‘kekuatan’ si ibu jadi berkali-kali lipat karena ada ‘backing’-an.

Patrick Tolan, profesor, psikiater, dan Direktur Institute for Juvenile Research di University of Illinois di Chicago mengatakan bahwa penelitian ini masih menggarisbawahi pentingnya peran kedua orangtua secara keseluruhan untuk membantu anak berkembang optimal dan tidak melakukan aktivitas seksual yang tak aman.

Tolan juga menyatakan, semakin banyak Anda menghabiskan waktu bersama anak-anak Anda, semakin sedikit waktu yang mereka habiskan di luar pengawasan Anda. Juga, ketika Anda menyisihkan waktu untuk berbincang dengan anak-anak Anda, mereka akan mempelajari nilai-nilai yang Anda miliki. Dan mereka akan lebih banyak berpikir sebelum bertindak. Mereka akan memikirkan apa yang akan pikir tentang mereka sebelum mereka memutuskan melakukan tindakan-tindakan tertentu.

Namun, waktu yang dihabiskan bersama anak pun harus diisi dengan kegiatan yang berkualitas. Hanya sebatas makan malam bersama tak akan merekatkan hubungan anak-orangtua. Siapkan waktu berkualitas bersama anak-anak, agar makin erat kehangatan antara anak-orangtua. mungkin dengan berlibur bersama atau jalan-jalan sambil ngobrol.

Jika anak-anak menghindari orangtuanya karena atmosfer di rumahnya tegang, menambah waktu bersama tak akan membantu. Diperlukan usaha ekstra dari ayah dan ibu untuk bisa tetap memiliki hubungan yang erat dengan anak-anak remajanya meski si anak menolak mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.