Awas Bahaya Jamu Pelangsing!

Kompas.com - 12/06/2009, 18:39 WIB
EditorAbdi Susanto

KOMPAS.com -  Berhati-hatilah dalam mengonsumsi jamu pelangsing. Pasalnya jamu pelangsing yang banyak beredar di pasaran diduga mengandung bahan kimia obat (BKO) yang berlebihan karena melampaui ambang batas.

"Oleh karena itu, masyarakat konsumen terutama kaum wanita atau ibu rumah tangga agar berhati-hati dalam mengkonsumsi jamu pelangsing yang banyak beredar di pasaran," kata Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BPOM Medan, Sacramento Tarigan, Jumat.
     
Data di BPOM menyebutkan produk obat tradisional semuanya mengandung Sibutramin Hidroklorida, Sildenafil Sitrat, Tadalafil, Deksametason, Fenilbutason, Asam Mefenamat, Metampiron, dan Parasetamol.
     
"Obat tersebut bisa berdampak buruk bagi kesehatan, antara lain meningkatkan tekanan darah (hipertensi), denyut jantung meningkat, sulit tidur, kejang, penglihatan kabur, gagal ginjal, nyeri dada," katanya.
     
Selain itu, menurut dia, juga bisa menyebabkan sakit kepala, muka merah, nyeri perut, nyeri dada, gangguan hormon, gangguan pertumbuhan, tukak lambung, kerusakan hati, syok, hingga berujung pada kematian.
     
Ia mengimbau masyarakat agar waspada dan lebih cerdas dalam memilih jamu maupun obat-obatan yang akan dikonsumsi untuk kesehatan.  "Yang pasti, kalau sudah terdaftar di BPOM, obatnya sudah aman untuk dikonsumsi," katanya.

 Sacramento Tarigan juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memperhatikan label registrasi pada obat tradisional sebelum mengkonsumsi. "Jangan coba-coba mengkonsumsi sebelum mencermati label registrasinya," katanya.  
     
Apabila masyarakat menemukan ada obat yang mengandung BKO yang melebihi ambang batas, diimbau segera melaporkan ke BPOM. Ia mengatakan saat ini produk obat atau jamu pelangsing yang mengandung BKO yang telah dilarang adalah Qianjiali kapsul pelangsing, Lasmi kapsul, Sera kapsul, Sulami kapsul, Li Da Dai Dai Hua Jiao kapsul, serta New Pro Slim kapsul.
    

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.