Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Setelah Bayi Lahir, Segera Lakukan IMD

Kompas.com - 21/06/2009, 11:34 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Inisiasi menyusui dini (IMD) merupakan langkah awal tumbuh kembang anak yang optimal. Oleh karena itu, bayi yang baru lahir harus segera diberikan kesempatan untuk mulai insiasi menyusu sendiri.

Dr. Utami Roesli, SpA, spesialis anak dari RS. St Carolus menerangkan cara melatih bayi untuk melakukan IMD adalah dengan membiarkan kontak kulit bayi dengan kulit ibu setidaknya satu jam atau lebih sampai menyusui awal selesai.

"Bayi yang lahir normal diletakan di perut ibu segera setelah lahir. Dengan kulit ibu melekat pada kulit bayi selama setidaknya 1 jam, dalam usia 20 menit bayi merangkak kearah payudara, dan pada 50 menit bayi tersebut akan menyusu," terang dr. Utami, di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu ( 21/6 ).

Jangan khawatir bayi akan kedinginan, karena kulit ibu mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan suhunya dengan suhu yang dibutuhkan bayi.

Terdapat lima tahapan perilaku bayi sebelum menyusui. Dalam 30 menit pertama adalah istirahat siaga, bayi sesekali melihat ibunya dan menyesuaikan dengan lingkungan. Tahap kedua, 30 hingga 40 menit bayi akan mengeluarkan suara gerakan menghisap, memasukan tangan ke mulut. Selanjutnya, bayi akan mengeluarkan air liur. Setelah itu, kaki bayi akan menekan-nekan perut ibu untuk bergerak ke arah payudara.

Lalu, pada tahap akhir, bayi akan menjilat-jilat ibu, menyentuh puting dengan tangannya, menghentakan kepala ke dada ibu menoleh ke kanan dan ke kiri. "Setelah itu bayi akan menemukan puting, menjilat, mengulum puting susu, membuka mulut dan melekat dengan baik," terangnya.

Bila dalam satu jam menyusu awal belum juga terjadi, dekatkan bayi ke puting ibu. Namun jangan memasukan puting ke mulut bayi, beri waktu 30 menit atau 1 jam lagi. "Rawat juga ibu dan bayinya dalam satu ruangan, dalam jangkauan ibu selama 24 jam. Berikan ASI saja tanpa makanan lain tidak diberi dot atau empeng," kata dia.

Ia mengungkapkan, bayi yang lahir normal dan dipisahkan dari ibunya, 50 persen tidak bisa menyusu. Sementara bayi yang lahir dengan tindakan dan dipisahkan dari ibunya, 100 persen tidak bisa menyusu.

Meski IMD sangat dibutuhkan, lanjut dia, kondisi ibu dan bayi juga harus dalam keadaan stabil. "Jika terjadi pendarahan pada ibu, baik karena operasi atau apapun, segera hentikan IMD, karena hasilnya justru tidak akan maksimal," terangnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+