Stroke Penyebab Kecacatan Tertinggi

Kompas.com - 18/08/2009, 09:39 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Penyebab kecacatan tertinggi di Amerika Serikat bukanlah kecelakaan lalu lintas, melainkan stroke. Di Indonesia, meskipun belum ada catatan resmi, penyebab kecacatan akibat stroke diperkirakan cukup tinggi.

”Tingginya angka kecacatan akibat stroke, terutama karena penderita terlambat ditangani secara medis,” kata ahli bedah saraf dr Eka J Wahjoepramono, dari Siloam Hospitals dan Universitas Pelita Harapan, saat diskusi di harian Kompas, pekan lalu.

Keterlambatan penanganan medis, lanjut Eka, antara lain karena keluarga tidak paham gejala-gejala stroke sehingga orang dengan gejala stroke terlambat dibawa ke rumah sakit. Ada juga keluarga yang percaya mitos, jika seseorang terkena gejala stroke beberapa ujung jari penderita ditusuk jarum agar darah mengalir sehingga sumbatan pembuluh darah ke otak bisa teratasi.

”Mitos ini keliru dan berbahaya bagi keselamatan penderita,” kata Eka.

Menusuk jarum, lanjut Eka, berisiko karena jarum belum tentu steril. Selain itu, menusuk jarum memperlambat penderita dibawa ke rumah sakit. Padahal, dalam penanganan terhadap orang dengan gejala stroke dikenal golden time atau masa emas untuk menangani penderita stroke.

”Jika terlambat ditangani, pemulihan penderita stroke semakin sulit dan risiko kecacatan semakin besar,” kata Eka.

Di Amerika Serikat, karena penderita dengan gejala stroke segera ditangani, angka kecacatan hanya 29 persen, sedangkan 53 persen penderita yang lainnya bisa pulih atau membaik, dan 18 persen penderita stroke meninggal dunia. Adapun di Indonesia, 55-60 persen orang dengan gejala stroke menderita cacat ringan sampai berat, 25 persen meninggal dunia, dan 10-15 persen penderita selamat.

Kenali gejala stroke

Supaya orang dengan gejala stroke dapat segera ditangani secara medis, keluarga perlu mengetahui gejala-gejala stroke, yakni, antara lain, terasa kesemutan separuh badan, mulut mencong, lidah mencong apabila dijulurkan, sulit menelan, bicara pelo, sering tersedak apabila makan atau minum, pelupa, serta pendengaran mengalami gangguan.

Adapun penyebab stroke yang tidak dapat dicegah adalah faktor usia dan keturunan. Namun, ada pula penyebab stroke yang dapat dicegah antara lain adalah tekanan darah tinggi, kolesterol terlalu tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, minum alkohol, dan kegemukan. ”Cara lain untuk mencegah stroke adalah dengan memeriksakan diri ke dokter,” ujar Eka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.