"Ibuprofen" Baik untuk Anak Penderita Patah Lengan

Kompas.com - 19/08/2009, 08:21 WIB
Editor

Wisconsin, Selasa - Anak-anak dengan lengan patah ternyata kondisinya membaik setelah mengonsumsi obat-obatan ibuprofen, antiinflamasi nonsteroid, pereda rasa sakit.

Cara sederhana itu memberi hasil lebih baik daripada kombinasi obat-obatan keras yang diresepkan termasuk narkotik.

Dalam studi yang dipublikasikan Selasa (18/8), dalam the Annals of Emergency Medicine, ibuprofen dibandingkan efektivitasnya dengan acetaminophen (obat pereda sakit dengan efek antiradang lemah) dan codeine (obat golongan narkotik pereda rasa sakit).

Caranya, tim peneliti secara acak memberi ibuprofen atau acetaminophen-codeine dalam bentuk cairan kepada 336 anak usia 4-18 tahun yang pulang ke rumah setelah dirawat karena patah lengan di Rumah Sakit Anak Wisconsin, Amerika Serikat.

Anak-anak, orangtua, dan dokter tak tahu siapa yang menerima terapi dan bagaimana terapi dilakukan sampai studi berakhir.

Dari hasil penelitian tersebut, ternyata separuh dari responden yang mendapat terapi kombinasi mengalami efek samping, terutama rasa mual dan mengantuk. Namun, efek samping itu hanya dialami oleh sekitar 30 persen dari mereka yang mendapat ibuprofen.

”Pengguna ibuprofen mengalami lebih sedikit masalah makan, bermain, pergi ke sekolah, atau tidur. Kelompok anak itu dan orangtua mereka lebih puas dengan terapi tersebut,” kata Dr Amy Drendel, ketua tim peneliti dari Medical College Wisconsin, Amerika Serikat.

Hal ini merupakan kabar baik dan menggembirakan karena sebelumnya banyak dokter takut memberi obat golongan narkotik kepada anak-anak yang sedang berada dalam penanganan gawat darurat. Selain itu, banyak orangtua yang merasa tidak nyaman dengan obat jenis itu.

Meski hasil penelitian menunjukkan hasil positif dan menggembirakan, bukan berarti ibuprofen mengalahkan acetaminophen dalam mengurangi rasa sakit tiap hari karena studi itu menguji pemakaian spesifik, yaitu rasa sakit tiga hari pertama setelah lengan patah, dan acetaminophen tak diuji sebagai terapi tunggal.

Meski demikian, studi itu menunjukkan cara terbaik mengatasi patah tulang pada anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun, dengan berbagai penyebabnya. (AP/EVY)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.