Disita, Setroli Daging Kedaluwarsa di Makro Pasar Rebo

Kompas.com - 20/08/2009, 12:41 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Petugas gabungan Polda Metro Jaya, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta sejumlah dinas menemukan makanan kedaluwarsa dan tak bertanggal kedaluwarsa di Makro Pasar Rebo, Jakarta Timur. Produk-produk itu kini disita petugas.

"Kami ambil sample-nya saja. Sisanya tetap disita, tapi kami titipkan di sini (Makro Pasar Rebo)," ujar Kepala Seksi Sarana Perdagangan dan Promosi Dalam Negeri Pemprov DKI Jakarta Janner Girsang kepada wartawan di sela-sela razia, Kamis (20/8).

Makanan yang dibawa antara lain daging, baso, dan sawabi mayonise. Ada daging tsukiyaki yang memiliki tanggal 18 Agustus 2009 dan tape ketan kedaluwarsa 20 Juli 2009. Sementara sawabi mayonise tidak terdapat tanggal kedaluwarsanya. Menurut petugas Makro, kedaluwarsanya terhapus karena berada di lemari pendingin.

Janner mengatakan, operasi dilakukan menjelang Lebaran karena jumlah produk biasanya meningkat. Menurut dia, Makro dapat terkena sanksi yang diatur dalam UU Perlindungan Konsumen dengan hukuman penjara maksimal 4 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar. Sebab, makanan kedaluwarsa kemungkinan besar membawa virus yang dapat menyebabkan penyakit. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.