Tidur Itu Harus Mimpi

Kompas.com - 08/09/2009, 10:19 WIB
Editor

KOMPAS.com — Banyak orang mengeluh lelah meski baru bangun tidur. Mereka kurang tidur karena tidak tahu cara tidur yang benar. Padahal, tidur yang kurang dan buruk kualitasnya bisa menimbulkan banyak penyakit. Lalu, yang belum banyak diketahui adalah tidur itu ternyata harus bermimpi. Tidur mimpi ini rupanya punya kaitan dengan kecerdasan dan kemampuan berkonsentrasi.

Bermimpi itu penting. Rugi kalau orang tidur tanpa mimpi. Demikian diungkapkan dr Andreas Arman Prasadja, RPSGT, ahli tidur dari RS Mitra Kemayoran, Jakarta. Ada kalanya memang kita lupa pada mimpi yang terjadi saat tidur. Namun, tak sedikit orang yang mengingat dengan jelas mimpinya. Nah, kalau Anda mengingat mimpi Anda, cobalah catat.

"Ya sebagai bahan perenungan bagi kita. Selain juga berguna untuk pengembangan diri," ujar dokter yang mendapat sertifikasi sleep technologist dari Sydney University ini.

Emosi terpendam
Banyak seniman menghasilkan mahakarya dengan menuangkan isi mimpinya ke dalam tulisan, misalnya seperti Mary Shelley's Frankenstein. Dari mimpi pula seseorang bisa mendapatkan inspirasi untuk menjawab permasalahan yang sedang dihadapi.

Mimpi adalah perjalanan alam bawah sadar manusia ketika sedang beristirahat. Mimpi juga menjadi manifestasi atas segala emosi yang tidak bisa keluar ketika seseorang dalam kondisi sadar. Karena itu, sifat mimpi ini sangat personal.

Freud percaya bahwa mimpi adalah saluran pengaman bagi emosi-emosi terpendam yang tidak dapat diekspresikan di saat terjaga. Emosi atau perasaan-perasaan yang ditekan selama terjaga dapat dikeluarkan secara sehat lewat mimpi.

Mimpi yang oleh banyak peneliti disebut sleep mentation, misalnya, berhubungan erat dengan emosi. "Ini artinya kualitas mimpi dipengaruhi oleh keadaan emosi sebelum tidur," ucap dr Ade, sapaannya.

Seseorang yang sedang cemas sering bermimpi buruk hingga mengganggu proses tidur dan terbangun di tengah malam. Seseorang yang sering bermimpi buruk belum tentu menderita depresi atau cemas berlebih. Bisa saja ini akibat hobinya menonton film horor.

Yang perlu diperhatikan, tekan dr Ade, apa yang terjadi dalam mimpi yang bersifat aneh dan tidak nyata. Namun, emosi yang terjadi sungguh-sungguh nyata. Contohnya, jika bermimpi bertemu kekasih, ketika bangun, hati Anda akan berbunga-bunga. Sebaliknya, jika mimpi bertemu teroris, saat bangun, jantung masih berdebar-debar.

Konsolidasi ingatan
Dari pemeriksaan tidur diketahui bahwa mimpi berasal dari bagian otak yang disebut pons yang berada di dasar otak. Dari sana gelombang otak menyebar ke beberapa bagian otak.

Halaman:

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X