Bila Sakit Gigi Menghilangkan Kenikmatan Makan

Kompas.com - 27/09/2009, 15:22 WIB
Editor

KOMPAS.com - Penelitian menunjukkan, kaum wanita lebih peka terhadap rasa nyeri dibandingkan kaum pria. Tak heran, nyeri sering dikeluhkan oleh wanita sepanjang hidupnya. Demikian menurut Jeffrey Mogil, ahli saraf dari McGill University di Montreal.

Sakit di daerah mulut (gigi dan gusi), misalnya, bisa jadi nyeri yang paling menyiksa. Selain terasa di seantero area mulut, nyeri akibat sakit gigi juga menyebabkan kepala pusing alang-kepalang. Kenikmatan makan jadi ikut hilang.

Alaminya, rasa nyeri adalah sinyal ketidaknyamanan karena kita lalai merawat diri sendiri. Ketika kita sakit gigi, umumnya terjadi radang di daerah gusi. Salah satu penyebabnya adalah plak sisa-sisa makanan yang menumpuk di permukaan gigi dan sela-selanya. Plak ini mengandung bakteri. Jika dibiarkan, plak akan semakin mengeras dan membentuk karang gigi. Karang gigi dapat memicu masalah peradangan gusi (gingivitis). Jika diabaikan, selanjutnya akan terjadi di daerah tulang bawah gusi atau jaringan tulang periodontal.

"Akhirnya, gigi dan gusi akan terasa nyeri. Jika disikat, justru akan menimbulkan pendarahan," jelas drg Aditya Pribadi, SpOrt dari Dharmawangsa 8 Dental Care.

Langkah antisipasi
* Perbaiki rutinitas harian. Ada beberapa hal lain yang kita perlu ketahui, selain aturan menyikat gigi 2 kali sehari. Kita perlu menggunakan sikat berbulu lembut. Jangan menyikat gigi terlalu keras karena akan menyebabkan gigi semakin rapuh, dan gusi bertambah nyeri. Selain itu, sikatlah gigi secara merata dan seksama, hingga mencapai sela-sela yang sulit dijangkau. Daerah yang perlu dibersihkan adalah permukaan gigi depan dan samping, dan gigi geraham. Jangan lewatkan juga permukaan kontak gigi, yaitu permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah. Gerakan menyikat gigi yang benar adalah maju-mundur, untuk gigi geraham. Gerakan atas-bawah, untuk gigi depan dan samping. Jika merasa sulit menyikat dari atas ke bawah, ganti dengan gerakan memutar.

* Maksimalkan dengan dental floss. Studi membuktikan, menyikat gigi ternyata hanya membersihkan sekitar 35% bagian mulut. Karenanya, dental floss digunakan untuk menghilangkan plak yang sulit dijangkau sikat gigi. Tak perlu khawatirkan mitos, dental floss membuat gigi menjadi renggang atau merusak jaringan gusi. Faktanya, flossing justru efektif mencegah timbulnya karang dan lubang gigi. "Lakukan 3 kali seminggu bagi yang memiliki gigi dengan susunan rapi dan teratur. Bila susunan gigi tak beraturan, sebaiknya lakukan setiap hari, sebelum tidur dan setelah menyikat gigi," kata dr Aditya.

(Intan Sari Boenarco/Prevention Indonesia)

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.