Merawat Gigi Anak, Kuncinya Pembiasaan

Kompas.com - 30/10/2009, 10:39 WIB
Editoracandra

KOMPAS.com - Konsep kebersihan diri harus mulai ditanamkan sedini mungkin. Salah satu yang harus mulai dibiasakan adalah menyikat gigi dua kali sehari, pagi dan malam hari. Kebiasaan ini wajib ditanamkan agar anak rajin membersihkan giginya kelak.

Perawatan gigi yang kurang terhadap gigi anak bisa menimbulkan risiko yang berat. Mulai dari gigi berlubang, keropos, serta gigi berwarna kehitaman. Dari segi estetika pun gigi yang ompong atau tumbuh berjejalan dan tonggos bisa mengurangi rasa percaya diri anak.

Pencegahan terhadap kondisi-kondisi tersebut sebenarnya mudah, yakni dengan menjaga kebersihan gigi. Kegiatan menyikat gigi dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, terbukti mengurangi kerusakan gigi anak.

Masalahnya, anak-anak selalu merasa kegiatan menyikat gigi tidak menyenangkan. Rasa kantuk di malam hari juga menyebabkan anak malas menyikat giginya sebelum tidur. Oleh karena itu orangtua harus sabar dan konsisten dalam menanamkan kebiasaan menyikat gigi.

"Menerapkan kebiasaan pada anak memang dibutuhkan teknik tersendiri. Cara yang paling utama adalah dengan menciptkan lingkungan dan kegiatan yang menyenangkan untuk anak," kata psikolog anak, Fabiola Priscillia, di acara peluncuran kampanye Sikat Gigi Pagi dan Malam, yang digagas Pepsodent di Jakarta beberapa waktu lalu.

Orangtua bisa mengajari anak pentingnya membersihkan gigi di pagi dan malam hari dengan cara yang inspiratif dan menyenangkan. Namun, yang terpenting tentu saja orangtua memberikan contoh nyata. "Biarkan anak melihat kita menikmati kegiatan menyikat gigi sehingga anak akan mempersepsikan sikat gigi sebagai hal yang menyenangkan," ujar Fabiola.

Contoh yang dipelajari anak dari orang di sekelilingnya akan semakin dikuasai bila disertai latihan. Karena itu, jangan berharap balita langsung terampil membersihkan giginya segera setelah diajarkan. Biarkan ia memahami dan kemudian mempraktikkannya.

Pengalaman Ersamayori,  presenter dan ibu dari Aiska (5) dan Talula (1) mungkin bisa menjadi inspirasi. "Awalnya saya sering bertengkar dengan Aiska ketika mengajarinya menyikat gigi. Lalu kami mulai mengajarkan cara menyikat gigi lewat permainan. Ternyata Aiska suka. Kami juga tidak pernah menyuruhnya sikat gigi, namun memberi contoh. Kini ia termasuk rajin menggosok gigi dan kondisi giginya sangat bagus," katanya.

Orangtua juga bisa menarik minat anak akan kegiatan menyikat gigi dengan cara menyediakan sikat gigi dengan gambar menarik, menciptakan suasana yang fun, sering melakukan kegiatan menyikat gigi bersama-sama, serta tak lupa memberikan pujian pada perilakunya.

Selain menyikat gigi, sebaiknya gigi anak diperiksakan ke dokter gigi minimal enam bulan sekali, terutama pada masa pergantian gigi susu ke gigi tetap. Selamat merawat gigi anak!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.