Waspadai Batuk Lebih dari 2 Minggu

Kompas.com - 19/01/2010, 11:08 WIB
Editoracandra

JAKARTA, KOMPAS.com — Batuk adalah reaksi pertahanan tubuh untuk melindungi paru-paru. Gejala ini perlu diwaspadai, apalagi bila berlangsung lebih dari dua minggu. Kenali pula secara cermat berbagai kondisi yang menyertainya, misalnya batuk berdarah.

Januari sering diartikan “hujan sehari-hari”, setelah Desember dianggap sebagai “gede-gedenya sumber”. Hal itu sungguh tepat karena pada bulan-bulan ini curah hujan memang tengah mencapai puncaknya.

Saking seringnya air jatuh dari langit di bulan Januari, banyak kota di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan terendam. Berbagai penyakit langganan, seperti selesma, batuk, diare, demam berdarah pun mewabah. Waspada adalah kata yang tepat untuk mengantisipasi datangnya penyakit itu.  

Refleks pertahanan
Menurut dr Pradjna Paramita, MD, FCCP, batuk adalah gerak refleks atau reaksi otomatis pertahanan tubuh untuk melindungi paru-paru. Bila ada benda asing ikut masuk sewaktu menghirup udara lewat saluran pernapasan, maka otomatis kita akan batuk untuk menghalaunya. Begitu pula bila saluran napas terangsang, misalnya, oleh adanya lendir atau dahak, maka kita juga akan batuk.

Prosesnya adalah, waktu zat pengganggu mencapai reseptor (simpul saraf afferent) batuk di hidung, tenggorokan, atau dada, reseptor tersebut akan menyampaikan pesan ke pusat batuk di otak, yang memberi sinyal supaya tubuh batuk.

Setelah kita menghirup udara, epiglotis (struktur tulang rawan yang bentuknya mirip lidah, menggantung pada laring, dan berperan mencegah masuknya makanan ke saluran napas ketika menelan) serta pita suara akan menutup rapat. Dengan demikian, udara dalam paru-paru terjebak.

Otot perut dan dada akan berkontraksi secara kuat sambil menekan sekat rongga badan. Pada akhirnya, pita suara dan epiglotis membuka dengan tiba-tiba sehingga udara yang terjebak itu meledak keluar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai refleks pertahanan tubuh, batuk dapat terjadi akibat beberapa hal, misalnya tersedak makanan atau cairan serta iritasi asap dan debu. Semprotan pewangi ruangan, insektisida, cat, atau bahan kimia lain, juga makanan dingin, suhu dan udara, baik dingin maupun lembab dapat pula menyebabkan batuk.

Kurang dua minggu
dr Mita, begitu spesialis paru dari RSPAD Gatot Subroto ini akrab disapa, menyatakan bahwa batuk yang menyerang orang sehat akibat lingkungan semisal asap rokok, pewangi ruangan atau lainnya, biasanya hanya berlangsung beberapa menit. Bila gangguan dari lingkungan berlangsung lama, maka hal itu bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Gangguan ISPA bisa berbentuk radang hidung (misalnya pilek), radang tenggorokan, hingga radang tonsil (amandel).

Batuk karena tenggorokan teriritasi sumber polusi atau terkena bakteri atau virus yang menjadi gejala ISPA merupakan gangguan kesehatan sederhana atau lumrah dijumpai sehari-hari. Normalnya, hal ini berlangsung kurang dari dua minggu. Namun, bila dibiarkan sampai kronis atau berlangsung lebih dari dua minggu, ISPA bisa menyebabkan infeksi paru-paru (pneumonia). Ini yang harus diwaspadai.

Bila hanya batuk, pilek, flu, amandel, hal itu biasanya tidak terlalu berbahaya. Namun, bila sudah disertai napas cepat dan sesak atau bunyi mengi, keluar dahak berwarna keruh, kuning atau hijau, coklat, abu-abu, apalagi bila ada darah, lalu ditambah nyeri di dada dan suhu tubuh meningkat yang berlangsung lama dan batuk lebih dari dua minggu, pemeriksaan yang lebih intesif perlu segera dilakukan.

“Batuk yang tidak sembuh-sembuh sampai lebih dari dua minggu kemungkinan merupakan gejala TBC atau asma," katanya.

Kecap dan jeruk
Untuk gangguan saluran pernapasan ringan seperti ISPA, obat simptomatik yang sederhana, seperti kecap campur jeruk, cukup efektif dan aman. Obat batuk, baik putih maupun hitam yang banyak dijual bebas juga bisa dimanfaatkan.

Bila batuk disertai demam, maka obat penurun panas akan bisa membantu. Sementara itu untuk mengatasi sumber masalah atau kumannya, hal itu harus diatasi dengan minum antibiotik yang diresepkan dokter. Penderita batuk juga perlu meningkatkan daya tahan tubuh.

“Sedapat mungkin, makan lebih sering dengan gizi seimbang, cukup istirahat, dan menjaga emosi agar tidak meledak-ledak,” papar dr Mita.

Daya tahan tubuh yang baik memang sangat diperlukan sebagai pertahanan diri dalam melawan virus flu. Bila sudah terserang flu, maka ada baiknya untuk beristirahat selama beberapa hari.

Menyantap sup ayam seperti kebiasaan masyarakat Inggris sebenarnya dimaksudkan untuk menguatkan daya tahan tubuh. Sup membuat tubuh hangat, apalagi saat suhu udara sedang dingin. Dengan begitu, tubuh akan terasa lebih enak dan segar.

Menutupi hidung dan mulut dengan saputangan atau tisu saat batuk bisa mencegah penyebaran virus ke orang lain. Biasakan mencuci tangan secara teratur untuk melindungi diri dari flu. Tindakan itu juga berfungsi agar virus tidak terkumpul di tangan dan menyebar ke orang lain lewat jabat tangan. Sebuah penelitian menunjukkan, flu lebih banyak terjadi lewat jabat tangan daripada bersin. Nah, lho! @abd

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Psikopat

Psikopat

Penyakit
7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

Health
Midriasis

Midriasis

Penyakit
13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

Health
Fibromyalgia

Fibromyalgia

Health
3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

Health
Hepatitis B

Hepatitis B

Penyakit
4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

Health
Perikarditis

Perikarditis

Penyakit
3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

Health
Kusta

Kusta

Penyakit
11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

Health
Osteoporosis

Osteoporosis

Penyakit
10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

Health
Ulkus Kornea

Ulkus Kornea

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.