Penggunaan Jamu Jangan Sembarangan!

Kompas.com - 01/02/2010, 18:32 WIB
Editoracandra

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat hendaknya berhati-hati terhadap banyaknya tawaran pengobatan alternatif dan herbal untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

"Banyak herbal bermanfaat tetapi belum diteliti secara klinis manfaatnya. Penggunaan berbagai obat-obatan dan herbal tidak dapat sembarangan. Yang menjadi masalah ialah herbal yang dicampur dengan zat aktif tertentu," ujar Prof Wimpie Pangkahila, spesialis andrologi dan seksologi dalam acara dialog mengenai Seks dan Kualitas Hidup yang Menyenangkan Walaupun Usia Bertambah yang diselenggarakan tabloid Gaya Hidup Sehat, Senin (1/2).   

Salah satu cara mendeteksi keberadaan campuran zat aktif dalam herbal antara lain dengan mengamati kecepatan berkhasiatnya. Herbal biasanya tidak berkhasiat secara cepat, jika terjadi demikian, patut dicurigai adanya tambahan zat aktif. Untuk menjamin tidak adanya zat tambahan, tanaman berkhasiat dapat digunakan secara langsung.

Namun, masih dipertanyakan jumlah yang dibutuhkan untuk mendapatkan efek terapi dan tetap aman. Dia menyarankan, penggunaan herbal sebaiknya dengan berkonsultasi dengan dokter yang menangani penyakit pasien tersebut.

Wimpie mengatakan, agar mendapatkan seksualitas dan kualitas hidup sehat salah satunya dengan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Pola makan sehat, berolah raga cukup dan teratur, menghindari kebiasaan buruk seperti merokok, dan beristirahat cukup merupakan kunci menjaga tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah.

Selain itu, mereka yang telah menderita gangguan seperti diabetes dan hipertensi secara teratur mengonsumsi obat di bawah pengawasan dokter. Untuk menjaga kesehatan, minimal melakukan pemeriksaan kesehatan setahun sekali jika tidak ada keluhan dan gangguan khusus.   

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.