Ancaman Kelumpuhan di Balik Suntik Botox

Kompas.com - 10/03/2010, 08:59 WIB
Editoracandra

JAKARTA, KOMPAS.com — Bagi sebagian orang, menjadi tua memang menakutkan. Makanya, begitu pantulan wajah di cermin memperlihatkan sedikit kerutan di wajah atau leher, mereka merasa resah dan gelisah bukan main. Bahkan, ada di antara mereka yang rela melakukan apa saja untuk menghilangkan kerutan itu.

Sekarang memang tersedia banyak cara untuk menghilangkan kerutan di wajah, mulai dari menenggak obat untuk menghambat penuaan, memakai krim antipenuaan (anti-aging) yang banyak di pasar, suntik botox, hingga menjalani operasi plastik. Semua itu menjadi pilihan.

Namun, tentu, Anda juga paham bahwa berbagai opsi itu punya konsekuensi dan harga masing-masing. Ongkos menghilangkan kerutan di wajah lewat operasi plastik, ambil contoh, lebih mahal ketimbang membeli krim atau menenggak kapsul tertentu.

Begitu juga dengan metode suntik botox yang belakangan ini disukai oleh kebanyakan orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sebelum memilih suntik botox, Anda harus mengerti plus dan minus cara ini. Banyaknya artis papan atas Holywood, seperti Madonna, Liz Hurley, dan Kyle Minoque yang melakukan suntik botox, tidak otomatis bisa menjadi dasar bagi Anda untuk mengikuti jejak mereka.

Suntik botox tak bisa dilakukan sembarangan. ”Apabila dosis dan cara penyuntikannya salah, bisa menyebabkan wajah rusak,” ajar Deby Susanti Vinski, Direktur Perfect Beauty Anti-Aging Clinic, Jakarta.

Asal tahu saja, botox sebenarnya berasal dari bakteri beracun. Bakteri ini bahkan mampu meracuni makanan dalam kaleng. Saat dipakai ke wajah, lewat berbagai teknologi, sifat racunnya dikurangi. Cara kerja suntik botox adalah menyuntikkan bakteri botulinum toxin (botox) ke wajah.

Bakteri ini bisa melemahkan atau menghalangi otot-otot berkontraksi. Walhasil, ketika otot tidak berkontraksi, kulit akan mengencang dan terlihat lebih halus. ”Dengan begitu, berbagai kerutan di wajah pun bisa hilang,” kata Eddy Karta, dokter spesialis kulit dan kelamin Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Otot wajah bisa lumpuh
Eddy mengatakan, sistem kerja botox hanya berlangsung sementara, yakni hanya bekerja dalam waktu empat hingga enam bulan. Setelah itu, otot wajah kembali mengerut. Menurut dia, ketika otot kembali normal, suntik botox bahkan dapat meninggalkan dampak negatif pada wajah.

”Otot wajah terkadang menjadi kaku dan susah berekspresi,” ujarnya.

Oleh sebab itu, orang yang telah disuntik botox biasanya kecanduan. Setelah efek kencang hilang, mereka ingin mengulangnya kembali agar tampak awet muda. ”Biasanya empat bulan, mereka datang lagi untuk suntik botox,” ucap Eddy.

Suntikan yang terus-menerus ini tentu saja bisa menyebabkan penumpukan bakteri botox di wajah. Pemakaian yang berulang juga akan membuat otot-otot wajah menipis. Alhasil, otot malah menjadi gampang kendur.

Parahnya lagi, suntik botox juga bisa menimbulkan efek samping pada otot. Otot bisa menjadi tidak simetris, bahkan menimbulkan kelumpuhan. ”Terkadang juga bisa terjadi salah suntik yang berpotensi menimbulkan kelumpuhan otot,” ungkap Eddy.

Bukan hanya itu, suntik botox juga bisa menimbulkan rasa sakit dan memar ringan di sekitar suntikan. ”Oleh karena itu, lebih baik, jangan melakukan suntik botox di sekitar mulut karena akan mengganggu cara berbicara dan makan,” kata Eddy.
Dampak lainnya, botox juga bisa menurunkan alis mata atau kelopak mata. (Kontan/Adi Wikanto)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.