Salah Menyikat, Gigi Jadi Sensitif

Kompas.com - 18/03/2010, 14:48 WIB
Editoracandra

JAKARTA, KOMPAS.com - Di antara berbagai masalah gigi, keluhan rasa ngilu saat mengonsumsi makanan atau minuman dengan suhu ekstrem atau disebut gigi sensitif, paling sering dialami penduduk. Di Indonesia, 65 persen penduduk mengalaminya, sementara itu 4-74 persen masyarakat di seluruh dunia mengeluhkan hal yang sama.

Menurut Prof. Trimurti Abidin, drg, Sp.KG, ahli kesehatan gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara, bila masalah gigi sensitif tidak diatasi, maka bisa memicu terjadinya radang di jaringan pulpa (jaringan lunak dalam gigi) sehingga terjadi sakit yang berkepanjangan, bahkan kematian gigi.

"Dari masalah yang sebenarnya sederhana, bisa berkembang menjadi fatal karena akan menyebabkan focal infection," paparnya dalam acara media edukasi mengenai gigi sensitif yang diadakan oleh Pepsodent, di Jakarta (18/3).

Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan gigi sensitif, antara lain kebiasaan menggosok gigi dengan cara yang salah, penyakit gusi yang membuat terbukanya permukaan akar gigi yang mengarah langsung ke syaraf gigi, serta penumpukan plak.

"Makanan yang terlalu asam jika terlalu sering dikonsumsi juga bisa membuat erosi email gigi dan memicu penyakit gusi," kata drg.Trimurti.

Ia menambahkan, cara penanggulangan gigi sensitif tergantung pada kasusnya. "Kalau disebabkan karena kesalahan dalam menyikat gigi, maka cara menyikatknya diperbaiki. Bila karena tambalan yang rusak, maka dokter akan memperbaikinya. Yang terpenting, ketahui dulu penyebabnya," paparnya.

Selain menghindari makanan yang terlalu asam, terlalu panas atau dingin, gigi sensitif juga dapat dicegah dengan penggunaan pasta gigi khusus gigi sensitif. "Pasta gigi yang mengandung garam-garam potasium sangat dianjurkan untuk orang dengan keluhan ngilu karena kandungan ini dapat menurunkan sensitivitas dentin dan mempercepat penutupan tubulus dentin," kata drg. Ratu Mirah Afifah, profesional relationship manager PT.Unilever Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.