Fatwa Haram Rokok dalam Pandangan Seorang Filsuf

Kompas.com - 23/03/2010, 17:30 WIB
EditorEdj

JAKARTA, KOMPAS.com — Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyakara, B Herry Priyono, menyampaikan, fatwa mengharamkan rokok adalah suatu bentuk defisit imajinasi si pembuat kebijakan.

Dalam kuliah umumnya yang digelar Elsam di Perpusatakaan Nasional Jakarta, Selasa (23/3/2010), Romo Herry mengatakan bahwa untuk mengubah kebiasaan merokok seseorang diperlukan waktu yang panjang sehingga tidak bijak jika mengeluarkan fatwa haram yang mengharuskan orang berhenti merokok mendadak setelah fatwa tersebut dikeluarkan.

"Ini defisit imajinasi. Dalam sebuah kehidupan bersama, tidak pernah ada sesuatu yang bisa dilakukan mendadak besok pagi, seandainya ingin melakukan perubahan, apalagi kebiasaan orang itu hanya bisa dilakukan dalam jangka panjang," katanya.

"Tidak punya imajinasi terhadap para petani tembakau, buruh ini, pegawai dan semuanya. Saya tidak yakin bahwa policy ini bijak. Bukan persoalan rokok atau tidaknya, tapi karena hari ini difatwa besok dilaksanakan, itu policy yang tidak berimajinasi," tambahnya.

Cara mengubah kebiasaan orang yang dinilai mendadak tersebut, menurut Romo Herry, akan menciptakan kebijakan yang otoriter sehingga pada akhirnya prinsip demokrasi tidak dihormati lagi. "Hidup bersama bukan dengan pemaksaan otoriter, melainkan dengan persuasi dalam waktu yang panjang," imbuhnya.

Menurut Romo Herry, yang diperlukan untuk mengubah kebiasaan merokok bukanlah sebuah fatwa haram melainkan dengan mendampingi para perokok mengubah kebiasaannya. "Yang diperlukan adalah change of habit yang hanya bisa dilakukan dangan ditemenin setiap hari," demikian Romo Herry Priyono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.