Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

ASI Bisa Selamatkan Ribuan Nyawa

Kompas.com - 07/04/2010, 09:36 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com — Nyawa ribuan bayi akan tertolong jika para ibu mau menyusui bayinya secara eksklusif selama enam bulan. Demikian analisis sebagian pakar di Amerika Serikat.

Menurut laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics itu disebutkan, akan ada 900 bayi lagi yang bertahan hidup setiap tahunnya jika 90 persen ibu-ibu di AS memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif. Kendati angka tersebut masih estimasi, para ahli sependapat dan mengatakan bahwa memberikan ASI akan membawa perubahan yang besar.

Disebutkan, ribuan kematian bayi dan penyakit setiap tahunnya bisa dicegah hanya dengan memberikan ASI. Penyakit yang bisa dicegah oleh ASI, antara lain, adalah virus pencernaan, infeksi telinga, asma, diabetes di usia muda, sindrom kematian mendadak, bahkan leukimia pada anak-anak.

Manfaat-manfaat luar biasa dari ASI tersebut belakangan ini masih dianggap remeh. "Banyak ibu menganggap menyusui adalah pilihan gaya hidup. Namun, menurut saya, ini adalah soal kesehatan publik," kata Dr Melissa Bartick, ahli penyakit dalam dari Harvard Medical School.

Yang sering dilupakan orang adalah ASI mengandung antibodi yang membantu tubuh bayi menangkis infeksi serta memengaruhi kadar insulin dalam darah. Itu sebabnya, kebanyakan bayi yang mendapat ASI jarang yang obesitas dan menderita diabetes.

Dalam analisnya, Dr Bartick mengkaji prevalensi 10 jenis penyakit yang sering diderita anak-anak, biaya perawatan penyakit itu, dan manfaat ASI pada proteksi penyakit yang sudah diteliti oleh penelitian lain.

Diperkirakan 13 miliar dollar AS terbuang karena rendahnya angka ibu menyusui, termasuk kalkulasi ekonomi pada potensi gaji yang mungkin diterima anak tersebut jika hidup dan dewasa. Rendahnya jumlah bayi yang diberi ASI eksklusif antara lain karena kebanyakan ibu terpaksa meninggalkan bayinya di rumah untuk bekerja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+