Perempuan Muda Rawan Sakit Jantung

Kompas.com - 14/04/2010, 07:48 WIB
Editoracandra

CANBERRA, KOMPAS.com  — Bila Anda perempuan muda dan kerap mengalami gejala gangguan hormonal, sebaiknya berhati-hati. Sebuah studi terbaru di Australia mengindikasikan bahwa gangguan ketidakseimbangan hormon yang disebut dengan sindroma ovarium polikistik berkaitan dengan risiko penyakit jantung.

Peneliti dari Universitas Adelaide, seperti dilaporkan Australian Associated Press,
menyatakan telah mengidentifikasi sindroma ovarium polikistik (PCOS) sebagai pemicu gangguan jantung. Padahal, sebelumnya, gangguan ketidakseimbangan hormon ini tidak dicurigai sebagai penyebab sakit jantung pada wanita.

"Tingkat penggumpalan darah dan gangguan pembuluh darah yang terlihat pada wanita dengan PCOS dalam penelitian ini sangat mencolok," kata Alicia Chan, kardiolog Rumah Sakit Queen Elizabeth dan mahasiswa program doktor dari University of Adelaide’s Robinson Institute.

"... sama halnya dengan apa yang kita biasa lihat pada pasien berusia tua dan diketahui memiliki penyakit jantung. Penting bagi kita untuk memahami hubungan PCOS dengan faktor risiko penyakit jantung tersebut karena hampir setengah dari seluruh penderita penyakit jantung di Australia adalah perempuan," katanya.

PCOS terlihat pada perempuan dengan berbagai bentuk tubuh sehingga menepis mitos bahwa penyakit tersebut hanya menyerang perempuan yang kelebihan berat badan. Gangguan jantung yang berhubungan dengan PCOS dan ditemukan baru-baru ini terjadi tanpa pandang bulu.

"Penyakit ini menjangkiti perempuan dalam berbagai bentuk dan ukuran tubuh, termasuk perempuan kurus," kata Chan.

"Ini penelitian pertama yang mengindikasikan bahwa PCOS berhubungan sangat erat dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan tidak berhubungan dengan berat badan atau diabetes," ujarnya.

Penelitian yang lebih besar akan dilakukan untuk memperkuat hasil temuan tersebut. PCOS adalah masalah kesehatan wanita yang terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan hormon sehingga mengakibatkan gangguan haid dan sulit mendapatkan kehamilan. Penyakit ini memengaruhi 10 persen perempuan dan dapat mengubah penampilan mereka.

Gangguan keseimbangan hormon pada sindroma ini tidak diketahui penyebabnya secara pasti. Perubahan salah satu jenis hormon memicu perubahan jenis hormon lain sehingga menyebabkan terjadi perubahan proses tertentu dalam tubuh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.