Jika Pembuluh Darah Jantung Tersumbat

Kompas.com - 15/04/2010, 15:47 WIB
Editoracandra

KOMPAS.com — Ibarat pipa air, jika terlalu banyak kotoran menyangkut, saluran air akan tersumbat. Begitu pula pembuluh darah. "Kotoran" yang terlalu banyak dalam darah akan menyumbat pembuluh. Padahal, sama halnya dengan semua otot tubuh, jantung memerlukan oksigen dan zat gizi dari darah agar bisa tetap berfungsi.

Jantung mempunyai arteri sendiri yang disebut arteri koroner. Pembuluh darah khusus ini merupakan percabangan dari aorta yang berasal dari jantung. Arteri koroner kanan (right coronary artery) memasok darah ke bagian bawah dan belakang jantung. Arteri koroner kiri (left main) memasok bagian atas, depan, dan samping kiri serta daerah belakang jantung.

Gangguan jantung akibat tersumbatnya pembuluh darah disebut penyakit jantung koroner atau penyakit arteri koroner alias penyakit jantung iskemik. Nama lain adalah aterosklerosis koroner.

Semua nama itu menunjuk satu pengertian: kelebihan lemak yang menyebabkan pembuluh darah sekitar jantung secara bertahap menyempit dan mengeras sehingga jantung kekurangan pasokan darah yang kaya oksigen.

Menurut penjelasan Dr dr Muhammad Munawar, SpJP (K), penyempitan pada arteri koroner kiri (left main) merupakan kasus penyakit jantung koroner yang paling berbahaya.

"Bila pembuluh di bagian ini menyempit, maka hampir dua pertiga bagian jantung tidak mendapat oksigen sehingga pasokan darah ke jantung berkurang. Akibatnya bisa fatal, yakni kematian," katanya.

Gejala yang umum dari penyempitan left main adalah nyeri dada saat beraktivitas dan nyerinya berkurang bila beristirahat. "Rasa nyerinya itu on-off. Kadang nyeri juga menjalar ke lengan, punggung, rahang, atau ulu hati," papar dr Munawar dalam acara media briefing "Kasus Penyempitan pada Left Main" di RS Khusus Jantung Binawaluya, Pasar Rebo, Jakarta, Kamis (15/4/2010).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penyempitan pada left main, tambah dr Munawar, berisiko tinggi terjadi penyumbatan total. "Bila terjadi sumbatan total atau dalam bahasa awal disebut serangan jantung, bisa menyebabkan kematian mendadak. Itu sebabnya harus dilakukan tindakan segera pada pasien serangan jantung," papar dokter yang juga anggota staf dokter kepresidenan ini.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jari Tangan Kaku

Jari Tangan Kaku

Penyakit
Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Hipotermia

Hipotermia

Penyakit
Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Kaki Bengkak

Kaki Bengkak

Penyakit
7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Perut Terasa Panas

Perut Terasa Panas

Penyakit
Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Health
Infeksi Bakteri

Infeksi Bakteri

Penyakit
15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

Health
Kulit Mengelupas

Kulit Mengelupas

Penyakit
3 Asam Amino Esensial yang Paling Berperan untuk Pertumbuhan Otot

3 Asam Amino Esensial yang Paling Berperan untuk Pertumbuhan Otot

Health
Lidah Terasa Asam

Lidah Terasa Asam

Penyakit
Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Health
Payudara Bengkak

Payudara Bengkak

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.