Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pestisida Sebabkan Anak Hiperaktif?

Kompas.com - 18/05/2010, 08:59 WIB
EditorAnna

Kompas.com - Para ahli di pelosok dunia terus berusaha menyingkap penyebab anak hiperaktif atau Attention Deficit Hiperactive Disorder (ADHD). Analisa teranyar menyebutkan ada kaitan antara anak ADHD dengan paparan pestisida yang biasa dipakai dalam tanaman sayur dan buah.

Kendati hasil studi tersebut tidak bisa membuktikan bahwa pestisida dalam budidaya pertanian menjadi biang keladi gangguan pemusatan perhatian pada anak, namun para ahli tetap mempertimbangkannya mengingat ada banyak faktor yang bisa memicu terjadinya ADHD.

"Saya akan menganggap hasil studi ini cukup serius," kata Virginia Rauh dari Columbia University yang melakukan kajian mengenai paparan pestisida pada kehamilan. Ia tidak terlibat dalam penelitian tentang ADHD dan pestisida.

Anak-anak dianggap lebih rentan pada bahaya kesehatan akibat penggunaan pestisida karena mereka masih tumbuh dan berkembang. Selain itu, anak-anak mungkin terpapar pestisida lebih banyak dibanding orang dewasa bila diukur dari berat badannya.

Dalam tubuh, pestisida akan dipecah menjadi komponen yang bisa terukur dari urin. Secara universal, berbagai penelitian menemukan data yang tidak jauh beda: komponen pestisida ditemukan pada 94 persen anak. Kadar pestisida yang tinggi ditengarai meningkatkan risiko anak menderita ADHD.

Pestisida bisa masuk ke dalam tubuh lewat udara, makanan yang diolah dari sayuran yang diberi pestisida, atau air minum. Untuk mengurangi paparan pestisida dari makanan, para ahli merekomendasikan konsumsi produk organik.

Menyadari bahaya pestisida bagi manusia, badan perlindungan lingkungan Amerika telah mengeluarkan batasan residu pestisida yang boleh ada dalam bahan pangan. Namun berbagai penelitian menunjukkan, bahkan sekecil apa pun, pestisida bisa mengganggu senyawa kimia di otak.

Ciri khas gangguan ADHD yang paling khas adalah sulit berkonsentrasi dan hiperaktif maupun impulsif pada setiap situasi. Dan, gangguan perilaku itu kerap menyebabkan anak gagal melakukan aktivitas dalam kehidupan sehari-harinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+