Dikembangkan, Gel Vagina Penghambat HIV

Kompas.com - 19/05/2010, 07:18 WIB
EditorAnna

KOMPAS.com — Berbagai uji coba yang dilakukan para ilmuwan untuk membuat krim vagina yang mampu menangkis virus HIV berakhir dengan kegagalan. Kini para ahli tengah menguji obat yang sedianya dipakai untuk mengobati HIV sebagai obat pencegahan, dengan cara ditanamkan dalam gel vagina dan alat kontrasepsi bentuk cincin vagina.

Cara tersebut serupa dengan metode obat untuk menyegarkan napas atau obat-obat alergi, tetapi ini diaplikasikan di vagina. Obat yang diberi nama microbicides ini kelak akan lebih banyak dipasarkan di negara berkembang karena biasanya para pria malas menggunakan kondom.

Selama dua dekade, para ilmuwan bergelut menciptakan obat pencegah HIV yang cukup kuat. Studi awal telah diuji coba pada wanita di Asia Selatan berupa gel vagina yang mengandung obat AIDS tenofovir, tetapi hasilnya baru akan diketahui Juli mendatang.

Obat antiretroviral (ARV) merupakan sebuah revolusi dalam penanganan AIDS sehingga seorang pengidap HIV bisa hidup lebih lama. Obat ini juga menekan risiko penularan virus dari ibu hamil kepada bayinya. Karena itu, para ahli menilai bila obat ini dikonsumsi setiap hari bisa memberi efek pencegahan, baik pada pria maupun wanita.

Lusinan riset juga telah dilakukan pada populasi orang yang rawan terinfeksi. Biasanya obat yang dipakai dalah tenofovir karena memiliki efek samping yang lebih rendah daripada obat ARV lainnya.

Masalahnya, mengonsumsi obat setiap hari bisa menimbulkan dampak resistensi (kebal obat), terlebih bila seseorang lupa minum obatnya. Hal inilah yang memicu kontroversi.

Riset mengenai gel pencegah infeksi HIV sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1994. Pada awalnya, para ilmuwan mengetahui bahwa sel di permukaan vagina bukanlah target awal HIV karena virus ini dengan cepatnya masuk ke lapisan-lapisan sel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Studi pada kera menunjukkan populasi kecil sel "penyusun" yang memproduksi tanda beberapa hari sebelum virus siap menyebar. Obat seperti tenofovir akan menghambat HIV menggandakan diri meski sudah menginfeksi ke dalam tubuh.

Menurut Dr Salim Abdool Karim dari Centre for AIDS Program of Research Afrika Selatan, konsentrasi tenofovir di jaringan vagina akan lebih tinggi bila diberikan dengan cara gel daripada pil.

Belajar dari keberhasilan kontrasepsi, kini para ahli mengembangkan tenofovir dalam metode yang lain, yaitu yang mudah larut ke selaput vagina sehingga tidak akan terlihat pasangan. Selain itu dibuat pula cincin vagina yang dilapisi tenofovir sehingga bisa bertahan lama. Tersedia juga untuk pria gay, berupa tenofovir untuk bagian rektum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
Aneurisma Aorta Abdominalis

Aneurisma Aorta Abdominalis

Penyakit
Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Health
Pleuritis

Pleuritis

Penyakit
Deodoran Bisa Memicu Kanker Payudara, Begini Alasannya

Deodoran Bisa Memicu Kanker Payudara, Begini Alasannya

Health
7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

Health
Pubertas Dini

Pubertas Dini

Penyakit
12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

Health
8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.