Menikmati Hidup dengan Meditasi

Kompas.com - 04/06/2010, 18:16 WIB
Editor

Keseimbangan hidup didapat jika tubuh dan pikiran menyatu. Meditasi adalah salah satu latihan tentang bagaimana manajemen pikiran berdampak positif dalam kehidupan. Bersama komunitas Ch'an (Zen), meditasi diajarkan secara cuma-cuma.

Kebanyakan warga menilai meditasi tak ubahnya rangkaian kegiatan duduk bersila dengan memejamkan mata di tempat-tempat sepi. "Meditasi tidak hanya berdiam diri, tetapi melatih kestabilan dan ketenangan pikiran," kata Sri Lestari (43), sekretaris Komunitas Ch'an di Yogyakarta, Selasa (1/6).

Sejak hadir tahun 2003, banyak warga bergabung di komunitas yang dibidani Agus Santoso (47), Ketua Komunitas Ch'an. Ilmu Ch'an didapatnya setelah berguru kepada Master Zen (Ch'an) Sheng Yen.

Komunitas Ch'an berkembang pertama di China lalu menyebar. Di Korea disebut Son, di Vietnam disebut Thien, dan di Jepang dengan Zen. Komunitas Ch'an terbentuk karena peran Master Ch'an Xu Yun (The Empty Cloud), biarawan berkemampuan supranatural tinggi. Kemampuan diturunkan kepada Master Zen (Ch'an) Sheng Yen.

Master Zen (Ch'an) mendirikan Dharma Drum Mountain yang menjadi pedoman dari kegiatan komunitas Ch'an.

Setelah didirikan di Indonesia oleh Agus dan Sri, adiknya, komunitas ini berkembang. "Komunitas Ch'an memiliki anggota sekitar 300 orang dengan basis terbesar Yogyakarta dengan 100 orang," ujar Agus.

Keberadaan komunitas Ch'an ini tidak lepas dari ajaran Buddhisme tentang keseimbangan diri dan alam. Alam diyakini memberi energi positif bagi perkembangan hidup seseorang. Anggota komunitas diajarkan menikmati alam sekitar dan kehidupan yang ada. Sementara untuk pedoman komunitas tak lepas dari organisasi Dharma Drum Mountain yang berpusat di Taiwan.

Agus dan Sri merasa, rutinitas dan tekanan pekerjaan kerap membuat pikiran seseorang terganggu. Gangguan bisa berupa penurunan daya kerja otak, kebosanan, dan berbagai hal yang membuat gelisah. Masa lalu dan masa depan memberi sumbangan besar lelahnya pikiran. Dengan meditasi, keseimbangan pikiran dibantu diwujudkan.

"Pikiran terganggu menyebabkan orang sulit berkonsentrasi dalam kegiatan yang sedang dilakukan," ujar Agus.

Nikmati hidup

Halaman:

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X