Yuk, Intip Kebersihan Air Kolam Renang

Kompas.com - 13/07/2010, 11:18 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Menikmati wisata air memang menyenangkan. Tetapi, perlu diperhatikan juga ancaman kebersihan yang mengintai setiap pengunjung. Hal ini penting mengingat setiap harinya tempat-tempat wisata air dipadati ratusan bahkan ribuan orang yang berekreasi.

Baru-baru ini diberitakan satu dari delapan kolam renang umum di Amerika Serikat ditutup oleh pemerintah karena berdasarkan inspeksi mendadak ditemukan pelanggaran serius seperti kadar kebersihan air kurang atau tidak adanya perlengkapan standar keamanan.

Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit (CDC) di AS juga telah melakukan uji sampel kualitas air dari 120.000 kolam renang di 13 negara bagian. Tes tersebut merupakan yang terbesar yang pernah dilakukan CDC terhadap kebersihan air di kolam renang. Pelanggaran tersering yang ditemukan adalah penggunaan disinfektan yang berlebihan di kolam renang atau tempat anak bermain dan berendam.

CDC memperkirakan, tiap tahunnya terjadi 15-20 wabah penyakit, termasuk infeksi pencernaan dan diare, yang disebabkan oleh kolam renang yang kotor. Seperempat dari wabah itu disebabkan oleh bakteri, parasit dan virus yang bisa dicegah bila air kolam renang diklorinasi dan dimonitor.

Kendati demikian, jangan percayai hidung Anda. "Banyak orang merasa jika air kolam berbau klorin sudah pasti bersih. Padahal, bau itu sebenarnya adalah chloramines, senyawa kimia yang berasal dari percampuran klorin, bakteri, urin dan keringat," kata Mary Ostrowski, direktur masalah klorin dari American Chemistry Council.

Dengan kata lain, bau kimia yang menyengat dari kolam renang sebenarnya menunjukkan bahwa air kolam itu sangat kotor dan perlu disesuaikan kadar klorin dan tingkat pH-nya. Kolam renang yang bersih seharusnya tidak berbau. Karena itu jika kadar chloramines sudah sampai tercium, air kolam itu bisa mengiritasi mata, kulit, dan hidung, orang yang berenang di dalamnya.

Bakteri berbahaya seperti Giardia, E.coli dan parasit cryptosporidium bisa menyebar di kolam renang yang tidak memiliki kadar klorin cukup dan kadar pH terlalu rendah. Gejala penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri tersebut bisa berupa diare, mual, dehidrasi, kram perut, hingga berat badan turun.

Untuk mencegah penyakit yang ditimbulkan bakteri di kolam renang, American Chemistry Council mengeluarkan tips berikut:

- Hindari menelan air kolam renang - Basahi tubuh dengan air di kamar mandi sebelum masuk ke kolam. - Jangan biarkan anak berlama-lama berendam di air kolam. Saat jeda, siram tubuh anak dengan air. - Cuci tangan setelah menggunakan toilet. - Kolam renang yang bersih memiliki lantai keramik yang lembut, bukan licin atau berlumut. - Pastikan dasar kolam renang terlihat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.