Testis Dapat Mengecil

Kompas.com - 24/07/2010, 10:10 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Akibat proses penuaan, ukuran testis dapat mengecil. Pria yang semula subur dan dapat menghamili, kesuburannya dapat hilang akibat penurunan hormon testosteron. Perut gendut sering berkaitan dengan menurunnya kadar hormon testosteron. Bila kerusakan akibat pengecilan testis belum parah, kemungkinan masih bisa diperbaiki.

"Saya pria berumur 51, menikah lagi dua tahun lalu karena istri meninggal. Dari almarhumah istri, saya mendapat dua orang anak. Istri yang sekarang berumur 39 tahun, belum pernah menikah. Ia ingin punya anak dan sudah menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis. Hasilnya, istri dinyatakan normal dan masih bisa punya anak.

Yang sangat mengejutkan justru hasil pemeriksaan terhadap saya. Oleh dokter, saya dinyatakan mengalami pengecilan buah zakar dan sperma saya tidak subur. Sayangnya, dokter tidak menjelaskan mengapa zakar bisa mengecil dan mengapa sperma tidak subur. Saya kemudian diberi obat yang sudah saya konsumsi sejak empat bulan lalu.

Saya juga mengalami masalah kalau mau berhubungan dengan istri. Keinginan saya untuk berhubungan intim jarang sekali. Kalau ada keinginan, jarang bisa tegang dengan sempurna. Saya tidak mengalami penyakit apa pun, walaupun gemuk. Saya tidak merokok, tidak minum obat, selain yang dari dokter." T.K. Jakarta

Akibat proses penuaan Pengecilan ukuran testis dapat saja terjadi karena beberapa penyebab. Salah satunya adalah berkurangnya hormon testosteron dan hormon lain yang terkait karena proses penuaan. Penyebab lainnya adalah infeksi dan pelebaran pembuluh darah di bagian testis.

Mengecilnya ukuran testis juga menyebabkan munculnya gejala lain yang berkaitan dengan kadar hormon testosteron yang rendah, seperti dorongan seksual menurun, ereksi terganggu, dan perut menjadi gemuk. Tampaknya Anda juga mengalami gejala ini.

Sperma Anda yang dinyatakan tidak subur juga berkaitan dengan mengecilnya ukuran testis, yang terkait dengan penurunan hormon testosteron juga. Dari hasil pemeriksaan testis dan analisis sperma antara lain dapat diprediksi sejauh mana kerusakan dapat terjadi.

Kalau kerusakannya belum fatal, berarti masih ada kemungkinan untuk dapat diatasi dengan pengobatan. Untuk menentukan tingkat kerusakannya perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Konsultasi dijawab oleh Prof.Dr.dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.