Scan Otak Deteksi Autisme Dewasa

Kompas.com - 13/08/2010, 08:13 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com- Mendiagnosis autisme tidaklah mudah karena membutuhkan kecermatan, pengalaman dan perlu waktu cukup lama untuk pengamatan. Sejauh ini, belum ada metode klinis yang dapat mendiagnosa langsung autisme. Untuk menetapkan diagnosis gangguan autism, para klinisi sering berpatokan pada hasil pengamatan perilaku dengan menggunakan pedoman tertentu.

Namun begitu, harapan akan terciptanya metode diagnosis terus bermunculan. Para ilmuwan di Inggris misalnya, belum lama ini menemukkan bahwa scan otak MRI juga dapat mendiagnosis autisme pada orang dewasa. 

Penelitian yang dilakukan Dr Christine Ecker, Dosen ilmu forensik dan perkembangan saraf dari London's Institute of Psychiatry dan diterbitkan  Jurnal Neuroscience, menyatakan pemindaian otak (scan) MRI selama 15 menit dapat mengidentifikasi gangguan spektrum autisme (ASD) dengan akurasi 90 persen.

Hal ini dibuktikan dengan ketepatan hasil scan otak MRI terhadap 20 orang yang sebelumnya didiagnosis menderita autisme.

"Penelitian kami menawarkan 'bukti dari konsep' untuk menggambarkan perbedaan materi abu-abu (grey matter) kompleks multidimensi pada ASD," kata Ecker.

Dalam suatu eksperimen, pencitraan resonansi magnetik direkonstruksi menjadi gambar 3-D dan dianalisis menggunakan perangkat lunak komputer yang diprogram untuk menemukan perubahan-perubahan struktural dalam grey matter otak dengan mengukur daerah yang berhubungan dengan perilaku, bahasa dan visi. Perubahan terlihat pada bentuk dan ketebalan titik untuk gangguan ini.

"Kemampuan mendiagnosa ASD didasarkan uji biologis objektif sehingga lebih cepat mengidentifikasi pasien yang membutuhkan perawatan dibandingkan metode saat ini yang hanya bergantung dari karakter kepribadian," lanjut Ecker.

Penelitian itu diikuti  20 penyandang autis pria berusia 20 hingga 68 tahun dan 20 responden non-autis.  Peserta lebi dulu diuji secara konvensional dan kemudian otak mereka akan discan untuk membandingkan kedua teknik tersebut.

Hasilnya, scan MRI mengidentifikasi penderita ASD dengan akurasi 90 persen sedangkan 80 persen peserta non-autis  berhasil diklasifikasikan,

Ecker mengingatkan, teknik ini sangat bergantung dari karakteristik pada sampel peserta. Dalam hal ini, scan MRI hanya berfungsi dengan sangat baik pada orang dewasa penyandang autisme dan sindrom Asperger.

Sampai saat ini, scan MRI masih dijadikan sebagai alat penelitian dan bukan alat untuk mendiagnosis. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.