Penting, Diagnosis Lupus sejak Bayi

Kompas.com - 19/08/2010, 15:03 WIB
Editor

BANDUNG, KOMPAS - Diagnosis lupus pada bayi penting dilakukan sejak dini guna mencegah kemungkinan dampak yang lebih buruk dan efek samping obat.

"Saat ini tata laksana diagnosis lupus pada anak sudah berkembang lebih baik di Rumah Sakit Hasan Sadikin. Masyarakat bisa memanfaatkannya sejak dini," kata Ketua Syamsi Dhuha Foundation Dian Syarief, Rabu (18/8) di Bandung. Syamsi Dhuha Foundation adalah lembaga swadaya masyarakat nirlaba yang membantu penyandang lupus atau orang dengan lupus.

Lupus adalah penyakit sistemik yang menyerang satu atau beberapa organ tubuh, yang ditandai dengan peradangan luas bersifat hilang timbul. Mayoritas penyandang lupus adalah perempuan. Hal ini diperkirakan karena lupus turut dicetuskan hormon estrogen yang biasanya terbentuk pada perempuan usia produktif.

Dian mengatakan, diagnosis lupus pada anak menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan orangtua untuk mencegah kemungkinan yang lebih buruk. "Pada pasien lupus anak sering ditemui gangguan ginjal dan kelainan jantung. Sekitar 30 persen pasien lupus anak mengalami kelainan jantung," ujarnya.

Dokter dari Bagian Kesehatan Anak Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Budi Setiabudiawan, mengatakan, diagnosis lupus pada bayi tidak harus sama dengan usia dewasa, menggunakan minimal 4 dari 11 kriteria American Rheumatology Association (ARA). Diagnosis pada bayi dilakukan bila bayi yang baru lahir menjadi kuning atau teridentifikasi kelainan darah.

Beberapa diagnosis menurut ARA adalah kemunculan ruam berbentuk bulat dan terus-menerus, peka terhadap rangsangan, luka pada mulut dan bagian belakang hidung, gangguan ginjal dengan ditemukannya protein pada urine, serta kelainan darah. Selain itu, terjadi penurunan jumlah sel darah putih menjadi kurang dari 4.000 per milimeter kubik atau penurunan jumlah keping darah menjadi kurang dari 100.000 per milimeter kubik.

Budi menjelaskan, diagnosis lupus sejak dini sangat penting untuk mencegah efek samping yang lebih buruk dari satu golongan obat. Namun, bila sudah terkena lupus, selain pemeriksaan di rumah sakit, edukasi dan konseling antara orangtua dan anak harus dilakukan. "Bagi penyandang lupus anak, harus ditekankan pentingnya diet seimbang, pemberian tabir surya, dan pencegahan infeksi dengan imunisasi," ujar Budi. (CHE)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.