BAB Lancar, Kehamilan pun Nyaman

Kompas.com - 26/08/2010, 14:33 WIB
EditorNadia Felicia

KOMPAS.com - Konstipasi adalah sebuah keadaan ketika frekuensi buang air besar (BAB) terjadi kurang dari 3 kali dalam satu minggu. Konstipasi juga bisa ditengarai dari bentuk kotoran yang keras seperti kotoran kambing.

Penelitian yang dilakukan dr Bradley dari Departemen Kebidanan Universitas Iowa, Amerika Serikat menemukan 25 persen ibu hamil menderita konstipasi alias sembelit. Keadaan ini pun bisa berlanjut hingga 3 bulan setelah melahirkan. Tentu saja konstipasi menjadi masalah yang serius, karena selain mengganggu kehamilan, juga bersiko menyebabkan kerusakan otot panggul (pelvic floor damage).

Kesehatan pencernaan saat hamil memang memiliki peran besar terhadap perkembangan janin dan kesehatan tubuh ibu hamil. Pasalnya, pada saat kehamilan, bayi mendapatkan nutrisi untuk berkembang melalui asupan si ibu. Jadi, diperlukan kesehatan pencernaan yang optimal dari si ibu untuk memastikan kesehatan keduanya berada dalam kondisi prima.

Ketika si calon ibu tak nyaman dengan perutnya, ia pun akan malas makan. Akibatnya, asupan nutrisi untuk dirinya dan si janin akan berkurang. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk menjaga kesehatan pencernaan, termasuk mengatasi konstipasi, agar asupan nutrisi yang ia dan janin di dalam kandungan butuhkan bisa terpenuhi.

Hindari Mengejan Berlebih
"Faktor yang paling memengaruhi terjadinya konstipasi pada wanita hamil adalah faktor hormonal," jelas dr H. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, ahli penyakit dalam, konsulen gastro enterologi. Sebuah penelitian di Fakultas Kedokteran Universitas Konkuk, Seoul, Korea, juga menemukan bahwa keadaan hormonal yang berfluktuasi pada wanita hamil merupakan penyebab konstipasi.

Seperti disebutkan di atas, kemungkinan terjadi kerusakan otot dasar panggul mungkin terjadi saat mengejan. Karena saat mengejan, terjadi tekanan otot panggul saat buang air besar.

Untuk mengatasi hal ini, maka wanita hamil dianjurkan tidak mengejan berlebihan saat BAB. Selain itu, banyak-banyaklah mengkonsumsi serat, minum air, dan mengkonsumsi yogurt yang mengandung probiotik.

Konsumsi Serat
Serat terbukti menjadi solusi terbaik untuk mengatasi konstipasi. "Jika dihitung, kebutuhan serta per hari adalah 25 gram," ucap dr Ari. Usus besar menggunakan serat ini untuk mempermudah mengubah makanan menjadi kotoran yang berkualitas. Serat juga merupakan makanan bakteri di usus. Bakteri inilah yang berperan dalam menjaga pergerakan sistem pencernaan menjadi lebih leluasa, lembut, dan mudah dilewati.

Tanpa asupan serat tambahan, kotoran pun akan lebih sulit keluar dari tubuh, dan jika menumpuk lama akan menjadi toksin di dalam tubuh. Asupan serat yang cukup bisa diperoleh dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayur yang mengandung banyak cairan, gandung, daging putih, atau beras merah. "Prinsipnya, makanan yang mudah dicerna adalah makanan yang direbus. Buah-buahan dan sayur juga lebih baik dikonsumsi mentah," lanjut dr Ari.

(Tabloid Nova)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.