Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024

Obesitas karena Keturunan Hanya Mitos?

Kompas.com - 06/09/2010, 12:31 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com- Tak bisa dipungkiri ada kecenderungan orang-orang yang mengalami kegemukan berasal dari keluarga yang seluruhnya bertubuh subur. Fenomena itu memunculkan keyakinan bahwa kegemukan merupakan keturunan. Sebenarnya opini itu tak sepenuhnya benar.

Dr Ruth Loos dari Pusat Penelitian Medis Epidemiologi Council dari Universitas Cambridge, Inggris, berpendapat kegemukan terjadi pada orang-orang yang minim aktivitas fisik. Dalam penelitiannya ia menemukan bahwa orang yang tidak bekerja memiliki 40 persen lemak ekstra dibanding mereka yang bekerja.

Meskipun beberapa orang memang memiliki kecenderungan untuk kelebihan berat badan atau bahkan obesitas, namun para peneliti menemukkan bahwa mereka yang memiliki gaya hidup aktif  dapat mencegah obesitas karena alasan genetis.   Para peneliti membuat kesimpulan mereka setelah menganalisa lebih dari 20.000 gen pria dan wanita usia 39-79, yang kemudian mencari mencari 12 tanda-tanda genetik utama yang dapat meningkatkan indeks massa tubuh (BMI) dan risiko obesitas. Dengan ini, mereka menghitung skor "predisposisi genetik" untuk setiap orang. Mereka kemudian diminta untuk mengisi kuesioner tentang tingkat aktivitas fisik mereka di tempat kerja dan di tempat lain.

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal PLoS Medicine ini menyimpulkan, "Apabila umumnya obesitas karena gen keluarga tidak bisa dilawan, kini dengan panduan perawatan, di masa mendatang dapat memerangi krisis obesitas," kata Dr Loos.   "Penelitian kami membuktikan bahwa bahkan mereka yang memiliki risiko tinggi terhadap obesitas yang berasal dari gen dapat meningkatkan kesehatan mereka dengan menjalani beberapa aktivitas fisik sehari-hari," kata Dr Loos.

Dr. LOos juga menambahkan, "Orang tidak harus berlari maraton untuk mencegah obesitas. Berjalan-jalan dengan anjing atau berkebun bisa menjadi salah satu pilihanan," katanya.

Dengan kata lain, faktor genetik memang berpengaruh terhadap risiko seseorang untuk mengalami kegemukan. Namun, bukan berarti kita harus pasrah dan menganggap hal itu sebagai "takdir" untuk menjadi gemuk. Menjalani pola makan yang sehat serta diimbangi aktivitas fisik yang cukup akan menjaga berat tubuh Anda selalu dalam keadaan ideal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+