2 Langkah Menenangkan Diri

Kompas.com - 20/09/2010, 15:36 WIB
EditorDini

KOMPAS.com — Pernahkah Anda merasa tak sanggup lagi menahan emosi dan menjadi uring-uringan atau sedih karenanya? Anda bahkan akan merasa lelah secara emosi berkepanjangan. Jika pernah, sebenarnya ini adalah tanda depresi, tetapi banyak orang yang menyangkalnya.

Depresi merupakan tanda yang diberikan tubuh Anda saat sesuatu hal tak berjalan dengan semestinya. Kondisi ini bisa dikurangi dengan sikap dan pikiran yang lebih tenang. Anda perlu mencari strategi yang tepat agar tubuh dan pikiran kembali seimbang dengan mendapatkan ketenangan diri.

Dua cara berikut ini bisa saja membantu Anda:

Terapi bicara
Ungkapkan hal apa yang membuat Anda resah, sedih, atau depresi. Jika berhubungan dengan hubungan bersama pasangan, utarakan dan bicarakan masalah Anda bersama pasangan. Cara ini belum tentu menyelesaikan masalah. Namun, setidaknya Anda bisa mengurangi depresi yang membuat suasana hati dan pikiran tak nyaman. Dengan membicarakan masalah, Anda tidak terperangkap sendirian dengan semua emosi negatif dalam diri.

Bahkan, terapi bicara yang dilakukan enam minggu memiliki tingkat keberhasilan 60-70 persen dalam mengurangi depresi. Dengan bantuan obat-obatan, atas rekomendasi dokter, depresi bisa dikurangi dengan tingkat keberhasilan mencapai 90 persen. Prinsipnya, beberapa cara bisa Anda pilih untuk melepaskan hormon yang memberikan perasaan senang seperti hormon oksitosin atau hormon cinta.

Terapi bicara untuk mengurangi depresi di antaranya terapi perilaku kognitif. Terapi yang berlangsung 10-20 sesi ini membantu Anda untuk mengenali cara berpikir Anda. Kemudian membantu Anda mengubah perilaku tentang respons Anda terhadap lingkungan dan tentu saja mengubah cara berpikir.

Terapi ini membantu Anda tetap tenang meski sedang emosi menghadapi masalah. Dengan bersikap tenang, Anda bisa mencari tahu solusi masalah yang lebih tepat dan membuat perasaan dan pikiran lebih baik.

Membicarakan masalah dengan pasangan, teman atau sekadar berkomentar tentang kemacetan kepada sopir taksi bisa meredakan emosi.

Arahkan imajinasi
Teknik yang memanfaatkan imajinasi Anda ini membantu mengatasi masalah. Teknik ini meningkatkan mood dan mengurangi stres. Caranya, carilah tempat nyaman yang sepi dan tenang untuk menyendiri. Jika toilet di rumah cukup nyaman, pergilah ke ruang privat ini.

Cari tempat yang tak ada satu pun orang bisa mengganggu Anda. Tarik napas mendalam, buang, lalu atur napas hingga mendapatkan ketenangan. Visualisasikan bahwa Anda tengah berada dalam situasi menyenangkan. Bayangkan Anda sedang bersantai di pinggir pantai jika saat ini Anda begitu tertekan dengan suasana menegangkan. Atau bayangkan Anda tengah menekuni hobi yang Anda sukai dan membuat bersemangat, seperti sedang asyik berolahraga di pusat kebugaran atau berenang yang membuat suasana hati lebih bersemangat. Bisa juga membayangkan sistem imun dalam tubuh sedang memerangi bakteri atau virus jahat yang melemahkan kondisi fisik, jika Anda sedang stres dengan penyakit yang diderita.

Meditasi menjadi cara lainnya untuk menemukan kedamaian dalam diri seperti ini. Setidaknya emosi negatif berkurang meski tak lantas hilang.

Selamat mencoba.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.