Minim, Pasien Tertangani Radioterapi Kanker

Kompas.com - 27/09/2010, 07:05 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Terbatasnya peralatan untuk melakukan radioterapi kepada penderita kanker menyebabkan hanya sekitar 10 persen, yakni hanya berkisar 8.000 pasien yang tertangani dari sekitar 80.000 penderita kanker yang seharusnya mendapat terapi radiasi. Untuk mendapatkan terapi itu pun, sejumlah pasien di beberapa daerah harus antre 2-3 bulan.

Hal itu diungkapkan dokter spesialis radiologi onkologi Rumah Sakit Kanker Dharmais, Fielda Djuita, dalam seminar ”Metode Radiasi Terkini pada Penderita Kanker” di Jakarta, pekan lalu.

Saat ini baru ada 22 pusat radioterapi di seluruh Indonesia. Sebagian besar, peralatan radioterapi yang digunakan masih menggunakan cobalt yang merupakan cara pengobatan kanker berteknologi rendah karena membuat banyak sel normal ikut terkena radiasi. Hanya sedikit dari pusat radioterapi itu yang memiliki peralatan akselerator linear (linear accelator) yang lebih baik dibandingkan radioterapi dengan cobalt.

Di Jakarta, hanya ada lima rumah sakit yang memberikan layanan radioterapi, yaitu RS Kanker Dharmais, RS Cipto Mangunkusumo, RS Persahabatan, RS Pusat Pertamina, dan RS Gatot Subroto. Harga akselerator linear per unit sekitar Rp 24 miliar. Peralatan ini seharusnya ada di setiap provinsi. Kebutuhan peralatan radioterapi itu semakin besar karena diperkirakan ada 100 kasus baru per 100.000 penduduk.

Dari 237 juta penduduk Indonesia, diperkirakan ada 237.000 kasus baru. Padahal, data Masyarakat Radiasi Onkologi Amerika (American Society for Radiation Oncology) pada 2005 menyebutkan, 66 persen pasien kanker butuh terapi radiasi. Ketua I Pusat Sokongan dan Informasi Kanker (Cancer Information and Support Center) Sri Suharti mengatakan, lamanya waktu mengantre untuk mendapatkan terapi radiasi berlangsung sejak 2005. (MZW)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.