Gelap-gelapan juga Bikin Langsing

Kompas.com - 12/10/2010, 16:07 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com - Rahasia mempertahankan bobot ideal ternyata semudah mematikan lampu kamar tidur saat akan beristirahat di malam hari, demikian hasil sebuah riset mengindikasikan.

Para ahli dari Universitas Ohio State di Amerika Serikat menyatakan, tubuh yang terpapar cahaya secara konstan di malam hari akan mengalami perubahan metabolisme. Akibatnya, bobot tubuh bisa terus bertambah, walaupun jumlah kalori yang diasup tidak mengalami perubahan.

Menurut temuan para ahli, terjaga hingga larut malam dapat menimbulkan perubahan dalam hal kebiasaan menyantap makanan, di mana jumlah kalori akan lebih banyak masuk ke dalam tubuh pada  malam hari di saat metabolisme mulai menurun.

Bukti penelitian lain telah mengindikasikan, para pekerja shift malam lebih rentan mengalami sakit jatung dan diabetes.

Dalam riset terbaru yang dimuat jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, para ahli menyimpulkan bahwa paparan cahaya dapat memengaruhi berat tubuh. Kesimpulan itu diperoleh lewat percobaan menggunakan hewan tikus di laboratorium.   Dari hasil pemantauan. kelompok tikus yang terpapar cahaya lampu pada malam hari selama delapan pekan mengalami penambahan berat tiga kali lebih besar ketimbang kelompok tikus yang diterangi lampu yang lebih gelap.

"Meskipun tidak ada perbedaan dalam hal level aktivitas atau konsumsi makanan, tikus yang diterangi lampu di malam hari menjadi lebih gemuk dibandingkan yang lainnya," ungkap Laura Fonken, peneliti dari Ohio State University.

Peneliti bilang, penambahan berat jelas bukan hanya sekedar jumlah kalori yang masuk dan yang keluar, tetapi tergantung pada jam tubuh atan ritme sirkardian. Fonken menyatakan, tikus-tikus ini tidak mengalami penurunan aktivitas atau mengasup lebih banyak makanan, tetapi mereka cenderung makan pada 'saat yang berbeda'.

"Cahaya di malam hari  adalah faktor lingkungan yang mungkin memberi kontribusi terhadap epidemik obesitas dengan cara yang tidak diharapkan masyarakat. Obesitas pada masyarakat berkaitan dengan sejumlah  faktor termasuk lamanya paparan terhadap cahaya di malam hari," ungkap peneliti  lainnya Prof Randy Nelson.

Misalnya, para ahli telah mengidentifikasi lamanya pemakaian komputer dan  menonton televisi sebagai faktor pencetus obesitas, tetapi fokusnya seringkali pada bagaimana hal itu berkaitan dengan minimnya aktivitas.

Padahal, kata Nelson, mereka yang menggunakan komputer atau menonton TV di malam hari mungkin menyantap makanan pada waktu yang salah, sehingga mengacaukan metabolisme tubuh mereka.

"Jelas sekali, mempertahankan bobot tubuh perlu menjaga  asupan kalori tetap rendah dan aktivitas fisik yang tinggi, tetapi faktor lingkungan dapat menjelaskan bagaimana mereka yang menjaga keseimbangan energi  pun berat badannya masih bertambah," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.