Franky: Akan Diselesaikan Secara Bisnis

Kompas.com - 13/10/2010, 07:34 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOPAS.com - Komisaris PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Fransiscus Welirang menyatakan belum bisa menghitung dampak penolakan Indomie terhadap kinerja ekspor perusahaannya. “Saya kira masalah ini awal sekali untuk memperkirakan pengaruhnya kepada ekspor kami,” kata pria yang akrab dipanggil Franky itu dalam konferensi pers yang digelar bersama dengan Menteri Perdagangan di Jakarta, Selasa (12/10/2010).

Usai melakukan rapat dadakan dengan Menteri Perdagangan dan juga Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) tersebut, Franky juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah. Ia bilang, pemerintah memiliki kepentingan agar proses kelancaran barang ekspor tetap terjaga ke wilayah tujuan ekspor. “Tentunya pemerintah akan menjaga kelancaran perdagangan, dan saya kira itu suatu hal yang baik,” kata Franky.

Dalam hal menyelesaikan temuan bahan pengawet pada produk Indomie oleh Taiwan itu, Franky menyatakan akan menyelesaikannya secara bisnis. “Indofood khususnya akan menangani masalah ekspor ini secara bussines to bussines saja,” ungkapnya. (Asnil Bambani Amr/Kontan)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.