Hati-hati Rayuan Diskon Operasi Plastik

Kompas.com - 15/10/2010, 10:56 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap tahun, sekitar 1 juta warga China mendapatkan bedah kecantikan seperti rhinoplasty atau epicanthoplasty – yang mana, antara satu dan dua persennya adalah operasi hidung yang gagal.

Menurut China Quality Daily, lebih dari 200.000 gugatan diajukan di Cina pada dekade terakhir. Bahkan dalam operasi plastik Mecca seperti Korea, di mana 76 persen perempuan berusia 20-an dan 30-an telah menjalani operasi kosmetik, kita masih melihat pasien seperti Hang Mioku. 

Hang Mioku adalah seorang wanita Korea yang menjadi begitu terobsesi dengan operasi plastik yang sekali waktu mendapati kehabisan silikon dari ahli bedah plastik, kemudian membawanya pada suntik wajah dengan menggunakan minyak goreng.

"Meskipun metode lanjutan bedah plastik telah membuat prosedur yang sangat aman dan kesalahan hampir kecil, praktisi dan kadang-kadang pasien sendiri harus disalahkan atas insiden yang tidak berhasil," ungkap Dr Marco Faria Correa, ahli bedah plastik dari Brazil yang berpraktek di Gleneagles & East Shore Medical Centre, Singapura.

Lalu mengapa kita melihat banyak sekali orang yang mau mendapati risiko tersebut? 

Menurut Marco, iklan yang menyesatkan dan potongan harga atau diskon besar-besaran bisa menjadi alasan utama dan daya tarik sendiri bagi para pasien dalam memilih.

"Orang-orang tertarik dengan diskon dan promosi, padahal menghemat untuk urusan medis dan kesehatan merupakan salah besar. Beberapa dokter memang lebih mahal dibanding dokter lainnya karena mereka menyediakan fasilitas dan keamanan yang baik di rumah sakit. Hal ini penting karena seorang ahli bedah plastik yang praktek di sebuah rumah sakit yang baik dapat mendapatkan bantuan ahli medis lainnya jika dihadapi oleh keadaan darurat," tambah Dr Marco.

Pasien yang menginginkan prosedur kosmetik, lanjut Marco, harus melakukan PR dan riset terlebih dahulu sebelum memutuskan dokter yang dipilihnya. Ketika pasien mendatangi dokter bedah untuk konsultasi, penting untuk bertanya tentang kualifikasi dan pelatihan mereka.

Mengacu pada hal itu, pastikan periksa kembali informasi dengan badan pengawas yang diakui. Temui dan berkonsultasilah dengan beberapa dokter untuk mendapatkan pendapat kedua atau bahkan pendapat ketiga.

"Kunjungi klinik mereka dan jika mungkin, bicara dengan pasien lain di ruang tunggu tentang pengalaman mereka. Seorang ahli bedah yang baik, terlepas dari popularitasnya, salah satu yang perlu diperhatikan adalah sertifikasi dan memiliki hak istimewa di rumah sakit," ungkap ahli bedah plastik yang telah mengantongi sertifikat internasional ini.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Dr Marco atau dokter lainnya, hubungi info@flyfreeforhealth.com ©FlyFreeForHealth2010

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.