Melahirkan Bikin Perempuan Lebih "Cerdas"

Kompas.com - 21/10/2010, 12:16 WIB
EditorAsep Candra

NEW YORK, KOMPAS.com — Tak sedikit ibu-ibu muda yang baru melahirkan mengeluh stres dan merasa otaknya seakan menjadi "lemot". Padahal, riset menunjukkan bahwa melahirkan seorang bayi justru membuat perempuan menjadi lebih "cerdas".

Seperti yang terungkap dalam penelitian terbaru di Amerika Serikat, volume daerah abu-abu (grey matter) pada otak perempuan mengalami peningkatan beberapa pekan pascaproses persalinan. Menurut riset, perempuan yang paling intens dan sayang pada anaknya mengalami perkembangan paling menonjol pada daerah otak mereka.

Para ahli menduga, fenomena perubahan hormon pascapersalinan ikut memengaruhi mekanisme otak para wanita sehingga membuat mereka menjadi lebih siap menghadapi tantangan.

Temuan yang dipublikasikan oleh American Psychological Association ini bertolak belakang dengan kepercayaan selama ini bahwa menjadi seorang ibu justru menurunkan kemampuan otak kaum hawa.

Dalam risetnya, para ahli ilmu saraf di Universitas Yale melakukan pemindaian otak 19 perempuan yang baru dikaruniai anak. Pemindaian dilakukan selama beberapa pekan setelah proses persalinan.

Hasilnya menunjukkan, volume grey matter—daerah otak yang memproses informasi—meningkat secara signifikan dalam empat bulan setelah wanita menjadi seorang ibu. Perubahan seperti itu, kata peneliti, biasanya hanya terjadi setelah seseorang belajar secara intensif selama periode tertentu, atau ketika mengalami cedera otak atau saat sakit.

Daerah abu-abu adalah bagian otak yang mengaktifkan motivasi, penilaian, alasan, proses emosi, dan perasaan puas. Daerah ini juga merupakan kunci sukses dalam hubungan antara ibu dan anak.

Perluasan pada daerah "motivasi" di otak, kata peneliti, mendorong timbulnya pengasuhan seorang ibu sehingga bayi mereka bisa bertahan hidup dan berkembang baik secara fisik, emosional, dan kognitif.

Ibu yang memberi perhatian paling besar pada bayi mereka cenderung mengalami pertumbuhan terbesar pada daerah abu-abu, ungkap peneliti yang memublikasikan temuannya dalam jurnal Behavioral Neuroscience itu.

Para ahli belum dapat memastikan berapa besar perubahan otak tersebut yang diakibatkan peningkatan hormon seperti estrogen dan oksitosin saat wanita melahirkan. Demikian juga dengan berapa besar peningkatan itu menimbulkan perubahan hormon yang menyebabkan para ibu menyayangi bayi mereka.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X