Dokter: Pasien Sekarang "Lebih Cerewet"

Kompas.com - 29/10/2010, 10:17 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com — Penggunaan internet di masyarakat telah memberikan pengaruh terhadap pola komunikasi antara dokter dan pasien.  Para dokter, khususnya di kota-kota besar, menilai bahwa pasien sekarang lebih kritis dan sering mendiskusikan informasi kesehatan yang mereka peroleh dari internet.

Demikian temuan dalam survei Praktisi Kesehatan 2010 yang digagas konsultan komunikasi Indopacific Edelman dan Unit Riset dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (URPM FKM UI). 

Hal ini merupakan survei independen pertama di Indonesia yang bertujuan mengumpulkan informasi tentang saluran komunikasi yang digunakan dokter untuk mencari informasi berkaitan dengan profesinya.

Dari hasil survei terungkap, para dokter mengakui bahwa mereka bukan lagi menjadi satu-satunya sumber informasi mengenai kesehatan pasien. Tercatat, hampir 85 persen dokter merasa pasiennya menjadi lebih banyak bertanya. Tetapi 63 persen dokter tidak yakin bahwa semua pasien aktif mencari info kesehatan lewat internet.  

"Sebanyak 83 persen dokter mengakui bahwa pasien mereka mengonfirmasi informasi yang diterima dari dokter dengan mengecek ke sumber informasi lainnya," ungkap survei itu.

Survei Praktisi Kesehatan 2010 dilakukan antara periode Januari dan Mei dengan metode wawancara terhadap 300 dokter (spesialis dan dokter umum) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Selain itu juga dilakukan focus group discussion  (FGD) melibatkan 13 dokter dalam 2 sesi masing-masing untuk kelompok dokter yang aktif berinternet dan  tak aktif berinternet.

Temuan lain adalah 80 persen dokter mengandalkan internet sebagai salah satu sumber utama untuk mendapatkan informasi terkait kesehatan. Sebagian dokter yang aktif menggunakan internet juga menyarankan pasiennya untuk menggunakan mesin pencari atau situs kesehatan konsumen sebagai acuan informasi terkait kesehatan.

Pakar kesehatan masyarakat dari FKM UI  Prof Hasbullah Thabrany menilai, survei ini membuktikan bahwa internet telah memberi dampak positif terhadap komunikasi dokter-pasien di Indonesia yang masih lemah. Tren ini, kata Hasbullah, diharapkan membentuk pola komunikasi menjadi setara antara dokter sebagai konsultan dan pasien sebagai kliennya.

"Ini adalah tren yang bagus. Mudah-mudahan ini akan mengubah komunikasi dokter dan kliennya menjadi lebih baik lagi," ujarnya di Jakarta, Kamis (28/10/2010).

Sementara Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat Prijo Sidipratomo menyatakan, dipercayanya media dan situs internet sebagai salah satu sumber informasi membuat saluran ini berpotensi digunakan untuk tujuan edukasi. Tetapi, menurut dia, informasi dari dunia maya juga harus tetap mempertimbangkan diagnosis dokter dan komunikasi yang tepat antara dokter dan pasien seiring meningkatnya kecenderungan pemeriksaan silang (cross check) oleh pasien. Hal ini penting untuk menghindari salah paham dan swamedikasi atau pengobatan yang tidak rasional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.